oleh

Modifikasi Cuaca di Wilayah Gambut Sumsel, Cassa 212 Semai 800 Kg Garam

SUMEKS.CO – Masuk awal bulan Juni, upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan dimulai. Lewat Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca dengan menyemai garam di awan yang berpotensi hujan. Khususnya di wilayah lahan gambut Sumatera Selatan dan Jambi, Selasa.

Sebanyak 800 kilogram garam disemai Tim Satgas Karhutla dari alai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) wilayah Sumatera, bekerjasama dengan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Bersama TNI AU tim gabungan menggunakan pesawat Cassa 212 yang diterbangkan Kapten pilot (Pnb) Candra Ary Wibowo, Co-Pilot 1, Lettu Pnb Yanuar Ridholulloh, co Pilot 2, Letda Pnb Mega Coftiana dari Skuadron Udara 4 Malang.

Sebelas krew pesawat dan personil Manggala Agni KLHK Banyuasin juga melakukan penyemaian di dua wilayah lahan gambut di OKI dan Muba.

Kepala Kantor BPPIKHL wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto menjelaskan, kegiatan penyemaian ini merupakan upaya pihak Satgas Karhutla dari KLHK, BNPB, TNI, serta BBTMC-BPPT dan pihak terkait lainnya untuk melakukan pencegahan kebakaran lahan dan hutan.

Saat ini kondisi lahan gambut yang kurang sumber airnya sangat besar di Sumatera Selatan dan Jambi. Untuk menjaganya sangat harus dengan dibasahi agar tidak terjadi Karhutla.

“Mumpung potensi hujan masih ada jadi kita lakukan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca, dengan melakukan penyemaian garam agar lahan gambut tetap basah,” ujar Ferdian di Posko Pelaksanaan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca di lapangan Udara Sri Mulyono Herlambang, Palembang.

Selain itu, Ferdian juga mengatakan dalam melakukan pencegahan Karhutla koridornya tetap tergabung dalam Satgas karhutla Provinsi Sumsel, serta pada pelaksanaannya oprasi pencegahan juga dilakukan di darat yang dilaksanakan juga oleh pihak KLHK Manggala Agni dan didukung pihak TNI bersama instansi terkait lainnya.

“Bantuan dua pesawat juga dari pihak BNPB untuk melakukan patroli udara telah dilaksanakan dan sekarang kita juga di dukung oleh pihak BPPT dalam Oprasi TMC ini, Semoga Sumsel dan Jambi Zero Karhutla”, ucapnya.

Ditambahkan, pihak Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr DRS Tukiyat M. Si menyampaikan penyemaian itu dilakukan secara bertahap yang setiap tahapnya satu pesawat tersebut dapat mengangkut 800 kg Garam untuk di semai.

“Intinya penyemaian garam dilakukan untuk meningkatkan intensitas hujan. Jadi kita semai garamnya di awan yang ada potensialnya untuk hujan, Awan yang ada potensialnya yaitu di wilayah OKI dan Muba”, ungkapnya.

Sementara itu, Captain pilot Kapten Pnb Candra Ary Wibowo menyampaikan bahwa khususnya pihak TNI Au siap untuk mendukung dalam pencegahan kebakaran lahan hutan di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi.

“Pesawat kita ini dari skuadron 4 dan kami akan mendukung upaya pencegahan Karhutla”, tandasnya. (ktr-1)

Komentar

Berita Lainnya