oleh

Modus Palsukan Identitas, Nasabah BSB Kecolongan Ratusan Juta Rupiah

SUMEKS.CO – Dengan modus menggunakan identitas yang disinyalir (KTP) palsu dua terdakwa bernama Mujianto alias Muji dan Aziz Kunadi nekat gasak uang ratusan juta milik nasabah Bank Sumsel Babel (BSB).

Keduanya didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Misrianti SH dengan dakwaan tindak pidana pemalsuan dan penggelapan uang nasabah dalam sidang yang digelar Rabu (14/10) melalui sidang virtual dihadapan majelis hakim PN Palembang diketuai Touch Simanjuntak SH MH.

Dalam lanjutan sidang kali ini, JPU juga menghadirkan sebanyak tujuh orang saksi Hendra Marta Yuda, Dona Fitri Pradani, Siska, Indah Arianti, Mita Asrina, Stefiano, dan Yunida. Saksi-saksi tersebut merupakan karyawan Bank Sumsel Babel.

Sebagaimana yang terungkap didalam dakwaan JPU, bahwa perbuatan kedua terdakwa dilakukan bersama dengan dua pelaku lainnya yakni Hariman dan Rohman (DPO) pada sekitar bulan September 2019 silam.

“Dengan menggunakan alat berupa laptop, printer, plastik stiker dan blangko KTP, Aziz membuat ktp palsu atas nama Harrey Hadi, dan Sutrisno yang dipinta oleh Hariman “. Ungkap JPU dalam dakwaan.

Bermodalkan KTP palsu yang dibuat itu lalu oleh terdakwa Aziz, Hariman dan Rohman (DPO) melakukan sejumlah penarikan uang dari rekening nasabah atas nama Harrey Hadi tanpa sepengetahuan korban.

Sedangkan terdakwa Mujianto menggunakan KTP palsu atas nama Sutrisno, untuk tarik tunai di teller Bank Sumsel Babel Cab. Indralaya senilai Rp. 95 juta, serta melakukan penarikan uang di mesin ATM yang berada di depan Bank Sumsel Babel Cab. Indralaya sebesar Rp. 7 juta, sehingga jika ditotalkan uang yang dicairkan oleh terdakwa Mujianto atas nama rekening bank Sutrisno sebesar Rp 102 juta.

“Masih ada sisa uang sebesar Rp. 10 juta lagi di rekening tersebut yang tidak diambil terdakwa dikarenakan telah melampaui batas penarikan maksimal di mesin ATM”. Sebut JPU.

Akibat dari perbuatan para tersakwa itu, salah seorang nasabah BSB atas nama Harrey Hadi M.S dirugikan sebesar Rp.116.500.000,- (seratus enam belas juta lima ratus ribu rupiah), dalam penarikan Tunai di Teller kantor kas Bank Sumsel RSMH Palembang dan Teller Bank Sumsel babel cabang Indralaya.

Untuk itu, JPU menjerat keduanya melanggar pasal 263 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1KUHP atau pasal 372 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Fdl)

Komentar

Berita Lainnya