oleh

Modus Septi Gelapkan Uang: Beli Pertalite, Laporannya Ditulis Pertamax

SUMEKS.CO – Septi Nur Indayati memanfaatkan jabatannya sebagai staf akunting untuk menggelapkan uang perusahaan. Modusnya, dia mengubah nota bukti kas keluar dengan menghapus nilai pengeluaran dengan menggunakan cairan pengoreksi. Nilainya disamakan dengan laporan bulanan yang nilainya sudah dilebihkan.

Jaksa Suwarti dalam dakwaannya menyatakan, Septi mengatur keluar masuk uang di perusahaan dengan cara mengajukan pengisian kas kecil kepada Joe Lucky, direktur PT Sahabat Daya Teknik, dua kali dalam sepekan. Setelah terdakwa mengisi pembukuan kas kecil, Joe memberi nota keluar yang ditandatangani terdakwa.

Uang dalam kas kecil itu dikelola terdakwa untuk membiayai operasional kecil perusahaan. Setiap ada dana keluar, terdakwa harus membuat nota kas keluar yang ditandatangani Joe. Aturannya jelas, tidak boleh ada nota yang dihapus pakai cairan pengoreksi.

Joe menyatakan, terdakwa membuat slip gaji karyawan harian yang tidak masuk kerja. Septi juga mencatat gaji lembur karyawan yang sebenarnya tidak lembur. ”Karyawan harian tidak masuk dibuat seolah-olah masuk. Dia buat presensi palsu. Saya cocokkan dengan finger print. Saya konfirmasi ke karyawannya, dia memang tidak masuk,” ujar Joe saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (19/11).

Terdakwa juga memalsukan kasbon makanan saat acara rekreasi karyawan kantor pada Februari lalu di Jogjakarta. Uang makan sudah diberikan perusahaan secara tunai kepada para karyawan. Namun, Septi mencatatnya dalam bukti kas keluar dan membuat kasbon pembelian makanan palsu.

Kasbon pembelian bahan bakar minyak juga dia palsukan. Dalam peraturan perusahaan, pembelian bahan bakar harus pertalite. Septi mencatatnya sebagai pembelian pertamax yang harganya lebih mahal. Pembelian obat luka bakar dicatat terdakwa pada nota kas keluar. Padahal, perusahaan tidak pernah membeli obat tersebut.

”Saya tahunya dari karyawan yang sering keluar kota. Ambil uang Rp 2 juta, sudah dikembalikan pakai bon. Tapi, bon di-Tipp-Ex sama Septi ini. Pengeluarannya dibuat lebih besar. Beli bensin pertalite diganti dengan pertamax,” katanya.

Joe langsung mengaudit semua catatan keuangan yang dibuat Septi. Hasilnya, dia menemukan laporan pengeluaran yang diubah dengan menggunakan cairan pengoreksi. Kasbon dari para karyawan juga banyak yang diubah dengan cairan pengoreksi. ”Saya audit semua dari awal masuk sampai April ini ketahuan. Banyak yang di-Tipp-Ex. Bon yang di-Tipp-Ex saya kumpulkan semua,” ucapnya.

Berdasar hasil audit, Septi telah menggelapkan uang perusahaan selama dua tahun sejak Juli 2018 hingga Maret 2020. Nilai uangnya mencapai Rp 101,5 juta.

Sementara itu, Septi menyatakan bahwa laporan yang dibuatnya berdasar hasil audit sama dengan laporan bulanan perusahaan untuk pengeluaran kas kecil. Dia mengakui telah mengubah kasbon dan laporan dengan menggunakan cairan pengoreksi. ”Laporannya sama dengan laporan bulanan. Iya saya Tipp-Ex,” kata Septi. (gas/c13/eko/jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya