oleh

Modus Lama, Penipuan Online, Korban Karyawan Instruscom

Sumeks.Co – Palembang- Penipuan online dengan modus lama masih  terjadi. Kali ini korbannya adalah Jaenudin, Warga Blok G CGC, Alang Alang Lebar Palembang, karyawan bagian umum PT Instruscom  Gas and  Oil.

Bagaimana bisa terjadi? Begini ceritanya. Suatu sore, korban  dibel seorang yang mengaku kawannyanya dari sebuah Mapolres di Jawa Barat, bernama Anto. Kawan korban memang ada yang bernam Anto dan menjadi  polisi

Anto pelaku penipuan, yang belakangan diketahui bukan kawan korban, menawari kerjasama karena ada lelang mobil murah. (Lihat daftar di foto )

Korban Jaienuddin, yang asli Cicacap ini, ketika dibel  tentunya merasa senang. Maklum lama tidak bertemu. ” Ingat dengan saya ndak. Saya ini Anto kawan kampung yang jadi polisi,” kata Jainuddin kepada Sumeks.co , menirukan.

Setalah berkomunikasi dengan suara lembut dan meyakinkan, Jaenudin merasa  suka. Kemudian pelaku bernama Anto ini menawarkan sebuah  kerjasama jual beli mobil. Karena ada lelang mobil dan butuh uang cepat,  korban diminta segera mentransfer ke pelaku. Uang itu untuk DP dan setelah dapat mobil , mobil dijual keuntungan bisa dibagi rata. Tentunya dengan rayuan yang meyakinkan korban.

Ditranferlah uang dua kali , 9 juta dan 3 juta rupiah. Ke Nomor Rekening BRI  AN  Taufiq; 39490100884…Pertama dikirim lewat ATM BRI dekat Bandara SMB2 . Dan kedua oleh anaknya dari kampung halaman di Kroya.

” Saya transfer. Padahal uang itu uang pinjeman keluarga dan ada tabungan saya sedikit, ,’” jelasnya kepada Sumeks.co .

Setelah ditrasnfer, pelaku masih minta kirm pulsa 300 ribu. Alasanya untuk memberikan pelicin ke pegawai lelang supaya mobil dapat cepat keluar dan bisa dijual. ‘Dan saya langsung transfer pulsa juga,” ujarnya sedih.

Jaenudin sendiri  sudah melapor ke Polsek Sukarami kemarin. Laporan diterima oleh Aiptu Slamet J. ”Mudah mudahan bisa dan segera ditangani oleh pak polisi,”ujarnnya.

Setelah transfer semua, uang dan pulsa, korban mencari telepon kawannya Anto yang memag bertugas di mapolres. Seteleh dibel alangkah terkejutnya dan lemas badannya, Ketika Anto tidak merasa ditransfer. “Anto uang dan pulsa sudah saya transfer ya . Dijawab Anto uang apa Jai ( Jaeinudin, red),” Kata Jainudin menirukan.

Saat itulah dia merasa yakin bahwa dia benar benar tertipu. “Saya dulu memakai hp jadul (lama, red) bertahun tahun di Jakarta ndak tertipu sekarang tugas di Palembang malah tertipu. Padahal uang itu rencana untuk membayar anaknya yang kuliah di Cilacap,” ujarnya sambil tetap beraharap uangnya bisa kembali. (ckm).

Komentar

Berita Lainnya