oleh

Muara Enim Memprihantinkan, ASN Jangan Galau

MUARA ENIM – Setelah Gubernur Sumatera Selatan H Hermen Deru menunjuk Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan H Nasrun Umar (HNU) sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati Muara Enim untuk menjalankan roda pemerintahaan Kabupaten Muara Enim, menggantikan sementara kepemimpinan Bupati Muara Enim H Juarsah SH yang kini ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Atas penunjukan orang nomor satu di Bumi Sriwijaya tersebut, HNU didampingi istri dan rombongan tiba di Kabupaten Muara Enim, untuk memulai tugasnya mengisi kekosongan pimpinan pemerintahan di Bumi Serasan Sekundang, Rabu (17/2) pukul 16.30 WIB.

Hari pertama ninjakan kaki di Bumi Serasan Sekundang, Plh Bupati Muara Enim HNU langsung menemui masyarakat yang mengalami musibah kebarakan di Jln Raya Air Paku Kelurahan Tanjung Enim Selatan, Kecamatan Lawang Kidul.

Kedatangan HNU meninjau lokasi bencana kebakaran itu, didampingi Plt Sekda Kabupaten Muara Enim, Drs H Emran Tabrani dan Ketua DPRD Muara Enim, Liono Basuki BSc, Asisten II Riswandar SH MH, Asisten III Ir Maryana, Staf Ahli Febriansyah ST MT, Kepala Dinas PU Perkim am stake holder lainnya.

Dalam kesempatan itu, HNU menemui para korban kebakaran. Diketahui peristiwa kebakaran yang terjadi Selasa (16/2) petang telah menghanguskan 1 unit rumah kontrakan milik Miswanto yang di sewa dan ditempati oleh Ahmad Nasri (70).

Saat diwawancarai wartawan, HNU mengatakan dirinya telah diberi mandat oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di Muara Enim.

Menurutnya, dirinya sebagai Sekda Provinsi menjadi perpanjangan tangan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mengawal Pemerintah Kabupaten Muara Enim paska peristiwa ditahannya Bupati Muara Enim Juarsah oleh KPK.

“Saya datang kesini untuk mengayomi semuanya, kita tidak bicara politik tapi sebagai profesionalisme ASN yang mendukung pemerintahan birokrasi di Muara Enim,”kata Nasrun.

Diakuinya, Pemprov Sumsel sebagai pihak yang menaungi pemerintah daerah kabupaten/kota sangat prihatin tentang kondisi pemerintahan Kabupaten Muara Enim saat ini.

Menurutnya, kondisi Pemerintahan di Muara Enim memprihatinkan karena Bupati dan Wakil Bupati sama-sama terjerat hukum sehingga terjadi kekosongan kepemimpinan.

“Ternyata di Muara Enim sungguh membuat kita prihatin, Bupati dan Wakil Bupati tersandung hukum, walaupun kita harus tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah,”tuturnya.

Kondisi demikian, kata dia, menimbulkan beban psikologis para para ASN sebagai penyelenggara kegiatan pemerintahan. Untuk itu, dirinya akan segera membuat pertemuan guna menenangkan hati ASN. “Tentu ada Kegalauan pada ASN, tapi itu tak boleh terjadi, Insya Allah besok (hari ini) kita akan konsolidasi bersama,”ungkapnya.

Dia pun menghimbau kepada ASN, untuk tetap tenang dalam kondisi apapun. Sebab pemerintahan dan pelayanan publik tetap harus terjaga dengan baik karena fungsi dan tugas pemerintah. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya