oleh

Muara Enim Siapkan Indikator Predikat Kabupaten Layak Anak

MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten Muara Enim serius dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2021. Sejumlah indikator predikat Kabupaten Layak Anak akan dikejar dalam penilaian oleh tim verifikasi lapangan KLA, pada 29 Juni 2021 mendatang

Dalam rangka capaian keberhasilan Kabupaten Muara Enim menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA), Penjabat (Pj) Sekda Muara Enim Drs Emran Thabrani MSi, meminta Satuan Tugas (Satgas) KLA Kabupaten Muara Enim dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Muara Enim memberikan bimbingan kepada seluruh stakeholder dari tingkat desa, kelurahan sampai kecamatan.

“Disamping evaluasi perlu adanya bimbingan dari Satgas KLA dan Dinas yang menjadi leading sektor kepada seluruh kader atau stakeholder disetiap tingkatan mulai dari desa, kelurahan, kecamatan dan kabupaten,” ujar Emran.

Seperti kader PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda mengetahui dan paham apa yang menjadi standar penilaian KLA. “Dengan bimbingan mengenai KLA dari mulai dari bawah yakni dari desa hingga kabupaten saya rasa bisa menambah nilai, nantinya bisa membantu naik tingkat dari pratama ke madya,” kata Pj Sekda.

Lebih lanjut, Pj Sekda menyampaikan dalam penilaian tersebut nantinya terdapat beberapa indikator yang harus terpenuhi, diantaranya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), terdapat zona aman sekolah pada tingkat SD dan SMP seperti pembuatan zebracross pada penyebrangan jalan menuju sekolah, kemudian terwujudnya Puskesmas ramah anak yang menjadi tanggung jawab masing-masing kepala Puskesmas masing-masing.

“Kemudian terciptanya sekolah ramah anak dengan terpenuhinya indikasi yang telah ditetapkan oleh tim penilai  KLA yang langsung dibawah koorsinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab. Muara Enim dan terciptanya kecamatan dan desa/kelurahan layak anak,”ungkapnya.

Pj Sekda berharap Kabupaten Muara Enim dapat mewujudkan KLA yang diimplementasikan pada kehidupan bermasyarakat secara berkelanjutan dan dapat menginspirasi serta menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya. Ditambahkan pula bahwa tiga hal yang menjadi kunci dari KLA yakni anak dapat merasa aman, bahagia dan sejahtera.

Sementara Kepala Dinas PPPA Muara Enim Vivi Mariani, menerangkan  KLA ialah kabupaten yang memiliki sistem pemerintahan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang secara terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak.

Adapun indikator KLA yang akan diverifikasi lapangan yaitu Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) meliputi Taman Adipura, Taman Ribang Game dan Taman PTBA yang harus dilengkapi papan nama RPTRA, fasilitas bermain anak yang layak, tenaga pengawas atau pengelola RPTRA dan CCTV.

“Indikator diatas berlaku juga pada puskesmas ramah anak, sekolah ramah anak, kecamatan ramah anak, kelurahan ramah anak dan desa ramah anak. Verifikasi lapangan akan dilakukan oleh Tim pada 29 Juni 2021 mendatang,” ungkap Vivi. (ozi/nop)

Komentar

Berita Lainnya