oleh

Mubaligh dan Da’i Kompak Tangkal Hoaks dan Agitasi Mimbar

BOGOR – Para mubaligh Bogor Raya dan Da’i resah dengan maraknya penyebaran hasutan dan hoaks menyerang masyarakat dari berbagai sisi. Bahkan dari mimbar di masjid sekalipun. Situasi ini membuat mereka menentukan sikap untuk perlawanan.

“Sekarang semua diserang. Bukan hanya Presiden Jokowi, ulama yang dianggap berbeda haluan seperti KH. Ma’ruf Amin, Profesor Quraish Shihab, Tuan Guru Bajang, dan Ustadz Yusuf Mansur pun ikut difitnah. Isunya pun bermacam-macam. Kondisi ini sudah tidak sehat. Justru merusak sendi agama. Fitnah dan hoaks itu kadang disampaikan melalui mimbar, termasuk khutbah Jumat,” ungkap Ketua Umum Ikatan Mubaligh (IM) KH Mujib Khudori Kamis (7/3).

Kyai Mujib menegaskan, tidak akan memakai mimbar Masjid sebagai komoditi politik. Berawal dari keresahan itu, mereka punya cara sendiri menangkal hoaks yang merebak ke masyarakat. Mereka akan turun menyapa grass root dan memaparkan visi-misi Paslon 01 untuk 5 tahun ke depan. Ini karena mereka juga sudah menentukan pilihan ke paslon 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin (KMA) pada pilpres 17 April mendatang.

“Masjid itu sebagai pemersatu ummat. Kami tentu tidak akan mengikuti kubu sebelah yang suka mencaci, membuat agitasi, dan berkampanye politik melalui khutbah. Kami akan berkampanye dengan dakwah menunjukan teladan bagi umat. Biar umat menilai kalau para kyai dan muballigh pendukung KMA adalah da’i ramah. Selalu santun dan berakhlak mulia,” jelasnya lagi.

Deklarasi dukungan pemenangan Paslon 01 diberikan IM pada Kamis (7/3). Deklarasi ini dilakukan di Wisma Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Menariknya, beberapa jam sebelumnya sikap serupa diberikan oleh Ikatan Da’i Nusantara (IDN). Selain melakukan kondolidasi, IDN juga resmi memberikan dukungan bagi Jokowi-KMA.

Sementara itu, Ketua IDN KH Thobroni Abdul Gani menegaskan, pihaknya mendukung Paslon 01 Jokowi-KMA karena faktor kesamaan visi. Sebab, Jokowi-KMA ingin mewujudkan Indonesia harmonis. Mewujudkan kehidupan beragama yang ramah, toleran, dan humanis. “Kami akan bersinergi untuk menghadirkan narasi keagamaan yang inklusif. Mengajak ummat untuk mewujudkan kehidupan Islami yang inklusif dalam bingkai ukhuwah wathaniyah,” tukasnya.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya