oleh

Mulai Ada yang Berani Bakar-bakar Lahan di Muba

Sekayu – Beberapa waktu terakhir kondisi cuaca wilayah Kabupaten Musi Banyuasin cukup panas terutama di siang hari dan sudah beberapa waktu terakhir tidak diguyur hujan. Hal ini diperparah masih adanya sejumlah oknum masyarakat yang melakukan praktik membuka lahan dengan cara dibakar.

Ini berimbas meningkatnya titik hot spot di Bumi Serasan Sekate, seperti terdata Sabtu (1/8) ada 11 titik hotspot terpantau yang tersebar di sejumlah kecamatan. “Ada beberapa diantaranya di plakat tinggi, sungai keruh dan sekayu. Langsung kita bersama satgas terpadu begitu ada hotspot langsung melakukan groundchek,” ujar Kapolres Muba AKBP Yudhi SM Pinem SIk melalui Kabag Ops Kompol Erlangga kepada sumeks.co via selulernya.

Erlangga menuturkan diantara hotspot yang ada, tidak semuanya merupakan karhutla, ada titik panas dari perusahaan akibat aktivitas perusahaan seperti cerobong perusahaan migas maupun berasal dari pabrik kelapa sawit. Namun ada juga yang memang karhutla, seperti di perbatasan Muba dan Pali, kecamatan sungai keruh, plakat tinggi, serta ada pula dikecamatan lain di Jalintim serta Kecamatan Sekayu.

“Kebanyakan akibat aktivitas membakar lahan, ada yang berhasil kita tangkap pelakunya seperti di sekayu. Yang lain juga kita police line dan lakukan penyelidikan, termasuk pemilik lahan kita selidiki,” beber Erlangga.

Dia menegaskan pihaknya terus melakukan langkah-langkah mulai dari patroli hingga sosialisasi. “Yang jelas kebanyakan yang terbakar untuk buka lahan ada faktor kesengajaan,” tukasnya.

Sekda Muba Drs Apriyadi MSi dihubungi koran ini membenarkan ada peningkatan titik api di Muba. Dia menuturkan berdasarkan prediksi sebetulnya kemarau dan musim kering sedikit mundur dari sebelumnya diprediksi bulan Juli.

“Untuk satgas sudah ada kita bentuk, perangkat kita di wilayah untuk terus berkoordinasi dengan satgas melakukan upaya. Yang jelas begitu ada hotspot, satu jam paling lambat sudah dilokasi tim untum mengecek,” tandasnya.

Apriyadi mengakui temuan karhutla yang terjadi mayoritas masyarakat membuka lahan, karenanya dia menegaskan agar tidak lagi warga melakukan hal tersebut lantaran akan diberlakukan sanksi hukum. “Ini sudah tiap tahun, sosialisasi sudah kita lakukan. Makanya sanksi untuk memberi efek jera,” cetusnya.

Tidak hanya masyarakat, Apriyadi juga meminta seluruh perusahaan yang beroperasi di Muba untuk menjaga wilayahnya. “Tidak ada alasan lagi, wajib jaga arealnya. Kalau tidak atau masih terjadi, akan kita cabut izinnya,” tutur dia.

Informasi dilapangan, sejumlah titik kebakaran lahan terpantau patroli udara bermunculan di Muba, seperti di Talang Empung, Desa Bailangu, Sekayu kemudian desa Sindang Marga, Sungai Keruh, kemudian di desa Sukamakmur, Plakat Tinggi, disana tim yang melakukan grounchek menemukan areal terbakar diduga untuk membuka lahan.  (Kur)

 

Komentar

Berita Lainnya