oleh

Mulai Berlaku Insurance Fee Tahun 2020, Visa Umroh Dipastikan Naik 

SUMEKS.CO – Diawal 2020 ini Kerajaan Arab Saudi kembali mengeluarkan kebijakan baru terkait visa umroh. Tak hanya regulasi baru, biaya umroh juga dipastikan naik. Kenaikan itu berupa penambahan biaya visa umroh, berupa asuransi dengan besarannya SR 189 atau US$ 52 untuk setiap calon jamaah yang mengurus visa umroh, mulai berlaku per 1 Januari 2020.

Kenaikan biaya visa umroh itu dijelaskan dalam Surat Edaran DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) No. UMR/STD/020 tanggal 2 Januari 2020, perihal Kenaikan Biaya Visa Umroh.

Surat edaran itu ditujukan kepada para pimpinan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), anggota Amphuri. Berdasarkan pengecekan pada sistem aplikasi visa umroh, Rabu, 1 Januari 2020, pukul 00.00 WSA (Waktu Saudi Arabia) atau waktu Indonesia 04.00 WIB.

Dapat kami sampaikan, informasi penambahan biaya visa umroh untuk asuransi (Insurance Fee) sebesar SR 189 atau US$ 52, bagi jamaah umroh diberlakukan Kementerian Haji Saudi Arabia.

Surat edaran itu ditandatangani Sekjen DPP Amphuri H Firman M Nur dan Kabid Umroh H Islam Saleh Alwaini. Dijelaskan juga dalam surat itu, penambahan biaya visa umroh mulai diberlakukan pada sistem e-visa umroh.

Diharapkan, seluruh anggota Amphuri dapat segera menyesuaikan dan mengkoreksi biaya, serta harga paket perjalanan umrohnya.

Dengan demikian, calon jamaah yang akan berangkat umroh mulai tahun ini (2020) akan dikenakan biaya tambahan kurang lebih Rp.750.000 untuk setiap jamaah.  Kenaikan biaya ini bukan kebijakan dari travel, tapi kebijakan langsung dari Kerajaan Arab Saudi.

Dengan konsekuensi, jika tidak melakukan penambahan biaya asuransi visa umroh, maka visa tidak akan diterbitkan dan calon jamaah umroh tidak bisa berangkat.

Adapun hak yang diterima jamaah atas asuransi ini sangat jelas:

Pertama, jamaah umroh dapat mengklaim maksimal SR 500 jika terjadi keterlambatan keberangkatan;

Kedua, klaim maksimal sebesar SR5.000 real jika terjadi pembatalan keberangkatan;

Ketiga, klaim asurasi maksimal sebesar SR 10.000 jika ada jemaah umroh yang meninggal dunia dan hak pemulangan jenazah;

Keempat, klaim asuransi maksimal SR 100.000 jika ada jemaah umroh yang meninggal dunia karena kecelakaan;

Kelima, klaim asuransi maksimal SR 100.000 jika terjadi kondisi gawat darurat kesehatan;

Keenam, klaim asuransi maksimal sebesar SR380 juta jika terjadi bencana besar.

Ketua DPD Amphuri Sumbagsel, H. Abdullah Basyaiban ketika dikonfirmasi SUMEKS.CO via telepon mengatakan bahwa kenaikan tarif visa ini sudah diprediksi pihaknya.

“Sebenarnya kenaikan ini sudah kita prediksi sebelumnya, sebab ini merupakan bagian dari asuransi untuk calon jamaah umroh dengan kontribusi nilai klaim yang lumayan besar,” jelasnya.

Dengan kenaikan tarif ini, para calon jamaah umroh di kota Madinah dan Mekkah harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah Saudi Arabia.

Walaupun tentunya berdampak pada beban kenaikan ongkos atau biaya melaksanakan ibadah umroh dan bagi penyelenggara/biro perjalanan bisa berdampak pada penurunan profit atau keuntungan.

Abdullah selaku ketua pengurus DPD Amphuri Sumbagsel berjanji akan menginformasikan kenaikan tarif ini kepada para pengusaha biro perjalananan di Sumsel, yang tergabung dalam keanggotaan Amphuri.

Tujuannya, agar mereka juga bisa menyampaikan informasi ini kepada para calon jamaahnya. “Tentunya harapan kita, semoga pemerintah Indonesia bisa berhasil dalam melakukan upaya pendekatan ke pemerintah Arab Saudi agar ada penurunan tarif insurance fee ini, “tutupnya. (nur)

Komentar

Berita Lainnya