oleh

Mulai Proses Pembebasan Lahan

MUARA ENIM – Pembangunan proyek tol trans Sumatera ruas Indralaya – Muara Enim tahap II telah memasuki proses tahap pembebasan lahan. Jalan tol menghubungkan simpang Indralaya – Muara Enim tahap kedua ini seluas 150 Ha terletak di Kecamatan Belida Darat dan Kecamatan Rambang, Muara Enim.

Hal ini terungkap dalam rapat persiapan pengadaan tanah untuk pengadaan jalan tol Indralaya -Muara Enim yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Muara Enim di Ruang Rapat Serasan Sekundang, Senin (20/1).

Rapat tersebut diketuai  langsung oleh Plt Bupati Muara Enim H Juarsah dan dihadiri perwakilan Kementrian PU PR , Hutama Karya (HK), serta sejumlah kepala OPD, Camat dan Kades.  Sebelumnya pembangunan tol Indralaya- Muara Enim dengan total sepanjang 119 kilometer telah mulai pengerjaan kontruksi untuk tahap I menghubungkan Indralaya – Prabumulih.

Menurut PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol Indralaya-Muara Enim, dari Kementrian PUPR Rasiman mengatakan, ruas jalan tol Indralaya – Muara Enim tahap II  memiliki panjang 74,2 KM dengan seksi lahan seluas 597 Ha yang berada diwilayah administrasi Kabupaten Ogan Ilir, Muara Enim serta kota Prabumulih. “Untuk wilayah Kabupaten Muara Enim berdasarkan keputusan Gubernur Sumsel,terkena trase protek tol ini sepanjang 18,8 KM dengan luas 150 ha,”kata Rasiman.

Adapun trase tol tahap kedua ini akan melintasi tujuh desa berada di dua Kecamatan di Muara Enim yakni Belida Darat dan Rambang. “totalnya ada 7 desa dilalui yakni Desa Gaung Asam, Ibul, Tanjung Tiga, Baru Rambang, Sukarame, Tanjung Dalam, Tanjung Raya, dan Sugih Waras,”paparnya.

Sementara itu, Plt Bupati Muara Enim H Juarsah menyatakan penyelenggara pengadaan tanah untuk proyek tol Indralaya0- Muara Enim menjadi wewenang Bupati setelah mendapati delegasi langsung Gubernur Sumsel.  “Untuk mendukung rencana ini, Pemkab telah bentuk tim pembebasan lahan, tim ini juga siap membantu dan memfasilitasi rencana proyek ini sesuai delegasi Gubernur,”ucap Juarsah.

Juarsah memaparkan, sesuai target proyek pembangunan tol Indralaya-tahap kedua ini ditarget selesai 2021 mendatang. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh anggota tim terlibat bekerja lebih cepat demi mendukung selesainya proyek sesuai target tersebut. “Tentunya proyek strategis nasional ini kami dukung penuh supaya dapat selesai sesuai target,”tegasnya.

Meski demikian, Juarsah menyebut tahap pembebasan lahan tidak mudah dilaksanakan mengingat sangat rawan terlebih menyangkut masalah sengketa lahan. “Kami ingin tim bekerja lebih teliti ,jangan sampai ada masyarakat dirugikan, tapi bila memang tim menemukan sengketa atau jelas-jelas bermasalah maka segera limpahkan ke pihak berwenang, jangan sampai stop, proyek jalan terus,”imbuhnya. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya