oleh

Murni Ingin Jual Motor

Korban Dihabisi sebelum Dibenamkan ke Sumur

Banyuasin – Tim Gabungan Polres Banyuasin dan Polsek Talang Kelapa berhasil mengungkap para pelaku pembunuhan terhadap korban Rahmad (18) yang ditemukan tewas dalam sumur di Perumahan Handayani, Blok L.5, RT 44/15, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Jumat (2/8) lalu.

Dari tiga pelaku yang berhasil diamankan, satu tersangka yang menjadi penadah sepeda motor milik korban yang berhasil dijual oleh salah satu tersangka. Dua pelaku lagi (DPO) masih dalam pengejaran petugas. “Satu pelaku yang masih DPO masih di bawah umur. Kami minta foto pelaku atas nama Andika yang menjadi otak dari peristiswa ini untuk disebarluaskan ke masyarakat. Dan satu DPO lagi bernama Botak yang masih di bawah umur,” ujar Kapolsek Talang Kelapa, Kompol Irwanto, Senin (5/8) siang.

Tersangka yang diamankan yakni Bambang Sumantri (28), warga Perum Sukajadi Makmur, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Swanda Yogi Suoro (25), warga Perum Handayani, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin dan Pandra (17), warga Desa Karang Ringin II, Kecamatan Talang Wetan, Kabupaten Muba sebagai penadah motor.

Tersangka Bambang dan Swanda dibekuk saat bersembunyi di wilayah Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, Sabtu (3/8) siang. Petugas gabungan sempat melepaskan tembakan karena tersangka Swanda mencoba kabur dan berhasil dilumpuhkan dengan satu tembakan di kaki kiri tersangka Swanda.“Ancaman hukuman untuk dua tersangka yang ikut langsung menghabisi korban adalah hukuman seumur hidup,” terang Kapolsek.

Dari keterangan tersangka Bambang dan Swanda terungkap motif pembunuhan karena pelaku ingin menguasi motor milik korban yang otak pelakunya Andika. “Andika dan Botak mengajak tersangka Bambang dan Swanda untuk melakukan aksinya lalu disanggupi oleh Bambang dan Swanda. Lalu korban Rahmad diajak ke rumah Bambang, dan dirayu diajak lah ngopi ngopi pelaku,” tambah Kapolsek.

Pelaku Andika mengambil selang di rumah kosong untuk menjerat leher korban. “Saat korban dijerat tersangka Bambang memukul korban dengan balok lalu tersangka tersungkur. Andika mengambil selimut untuk menutupi tubuh korban lalu dimasukkan ke dalam sumur dengan diberi beban batu bata sebagai pemberat,” terang Kapolsek lagi.

Tersangka Bambang mengaku, korban ingin membeli motor dan diajak oleh Andika kalau di komplek perumahan Handayani ada orang yang ingin menjual motor. Tiba di rumah korban diajak ngopi oleh empat tersangka. “Aku memukul korban dengan kayu balok. Andika menjerat leher korban dengan selang air. Setelah korban meninggal baru kami masukkan ke sumur malam hari. Motor korban kami jual 2,5 juta di Babat Toman. Murni kami cuma nak jual motor korban bae,” aku tersangka Bambang.(dho)

Komentar

Berita Lainnya