oleh

Musim Kemarau illegal fishing Menjamur

-Sumsel-48 views
MURATARA – Musim kemarau aksi penyetruman dan peracunan di aliran sungai di wilayah Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara semakin menjamur.Warga mengaku resah dengan kejadian itu, lantaran para pelaku ilegal fhising kerap melakukan penyetruman aliran sungai di tengah permukiman warga.
Andri warga Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir yang sempat dibincangi Rabu (9/10) sekitar pukul 14.07 WIB, menuturkan. Maraknya aksi penyetruman itu, terjadi semenjak memasuki musim kemarau. Kejadian itu hampir terjadi setiap malam.
“Sering di usir-usir warga sampai dilempari batu, tapi masih saja sering muncul. Mereka kerap beraksi menjelang malam hari,” katanya. Dia mengaku masyarakat resah terkait kejadian itu, karena saat musim kemarau banyak warga yang menggunakan ailiran sungai sebagai lokasi sumber air bersih.
“Orang kampung pakai aliran sungai semua, untuk mandi, mencuci dan untuk air bersih. Kalau di setrum dan di lanet (racun, red) otomatis sungai tercemar, bisa-bisa warga mati karena konsumsi air yang di racun,” ungkapnya. Dia berharap, adanya penindakan yang dilakukan oleh pihak pemerintah dan aparat penegak hukum.
Sehingga aksi penyetruman yang terjadi di wilayah Bingin Teluk, tidak terjadi lagi. ” Sekarang ini kejadiannya hampir setiap malam, mereka sering mulai sejak pukul 23.00 WIB-04.00 WIB,” bebernya.
Sebelumnya, Ketua LPPAS Muratara, Samsul mengatakan, pihaknya berharap seluruh element masyarakat termasuk Pemerintah Desa bisa ikut mendukung pelarangan aksi penyetruman dan peracunan aliran sungai.
Kondisi itu, dianggap sebagai langkah afektif untuk melindungi aliran sungai dari aktivitas ilegal fhising. “Kita sudah banyak menangkap dan mengamankan pelaku ilegal fhising, tapi kita minta kades kades dan masyarakat ikut mendukung program itu. Jangan sampai, karena pelaku ilegal fhising merupakan tetangga dan saudara jadi dilindungi,” bebernya.
Pihaknya mengaku, saat ini untuk melakukan monitoring aliran sungai cukup sulit. Karena saat kemarau aliran sungai di Muratara, menyusut,” nanti jika air sudah mulai dalam, kami akan patroli lagi,” tutupnya.(cj13

Komentar

Berita Lainnya