oleh

Musim Kemarau, Warga Muratara ‘Demam Emas’ ‎

-Sumsel-107 views
MURATARA – Musim kemarau tidak selalu membawa dampak negatif bagi masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Muratara. Pasalnya, sejak satu minggu terakhir, masyarakat di wilayah ini tengah di landa ‘Demam emas’.
Bermodalkan peralatan sederhana, seperti wajan dulang dan sekop pasir, warga di wilayah Kabupaten Muratara, ramai turun ke aliran sungai berburu butiran emas yang terseret aliran sungai yang telah mengering.
Wati (45) warga Desa Noman Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara menuturkan, biasanya mereka bekerja secara berkelompok. Mencari pasir hitam di tepian sungai yang menjadi tanda butiran emas ada di situ. Dalam satu hari mereka bisa mengumpulkan 1-5 gram emas murni dari aliran sungai.
“Sekarang sungai lagi surut, banyak warga kita mencari emas. Ibu-ibu, tua muda ikut mendulang di sini. Hasilnya lumayan di kumpul nanti bisa dijual,” katanya, kemarin (25/8). Dia mengatakan, kondisi itu sudah berlangsung sejak satu minggu terakhir. Sebetulnya mendulang di tepian sungai, sudah menjadi tradisi turun temurun yang dilakukan warga khususnya di wilayah Muratara.
Namun sejak musim kemarau, setelah sekian lama menghilang. Tradisi itu mulai muncul kembali. Wati mengatakan, sungai di wilayah Muratara memang banyak didapati butiran emas. Sehingga aksi perburuan yang dilakukan warga secara berkelompok, hampir selalu di jumpai di sepanjang aliran sungai Muratara.
“Setiap dusun sekarang merato turun galo ke sungai. Selain warga mengambil air, mencuci. Banyak jugo warga mendulang emas di tepian sungai. Muratara ini kayo emas, sudah sejak dulu waktu musim kemarau banyak yang ngedulang turun ke sungai,” bebernya.
Dia menimpali, sebelumnya pernah ada warga yang dapat setengah kilo emas dari hasil mendulang di sekitar tepian sungai. Bentuk emas yang sering ditemukan warga cukup beragam, mulai dari butiran halus seperti debu, butiran sebesar jagung sampai bentuk bongkahan sebesar jempol tangan orang dewasa.(cj13)‎

Komentar

Berita Lainnya