oleh

Musim Pilkada, Pedagang Justru Sepi Aktivitas

MURATARA – Musim pencalonan Kepala Daerah (Pilkada) Muratara, warga mengaku belum ada dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Meski memasuki musim Pilkada, sejumlah pedagang di pasar lawang agung, Kecamatan Rupit, Muratara, justru mengeluhkan sepinya aktivitas.

Trend pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) sebagai ajang pesta demokrasi, di wilayah Muratara nampaknya berbanding terbalik dengan daerah lain di wilayah Sumsel. Warga mengaku pelaksanaan Pilkada kali ini lebih sepi dari Pemilu sebelumnya.

“Sekarang pasar semakin sepi, idak katek perubahan meski sekarang lagi musim Pilkada. Kalau dulu, ado yang nak nyalon mereka sosialisasi masuk ke pasar-pasar, tapi sekarang belum ado,” kata Maryam pedagang di pasar Lawang Agung Muratara, kemarin (21/1).

Pedagang mengaku, Momen Pilkada seharusnya ikut mendorong beragam aspek di tengah masyarakat. Seperti dampak ekonomi dan dampak sosial. Namun kondisi itu hingga saat ini belum terjadi, lantaran proses pemilihan kepala daerah dirasa masih cukup lama. “Aku jingok sudah banyak yang pasang pasang baliho. Tapi idak tahu, nak nyalon nian apo cuma pasang bae. Kalu sekarang baru baliho bae yang banyak tapi yang turun langsung msih sedikit,” timpalnya.

Sementara itu, Nadika dari Partai Nasdem mengatakan, saat ini sejumlah Parpol masih melakukan survei untuk menentukan siapa Balon yang akan di usung dalam Pilkada.

Pihaknya menegaskan, jarak Pendafataran Balon ke KPUD masih lama. Sehingga masih memberikan ruang bagi Balon untuk melakukan sosialiasi ke masyarakat, untuk mendongkrak elektabilitas mereka.

“Kalau untuk dampak dari Pilkada tentunya pasti ada, baik itu secara sosial maupun ekonomi. Mungkin itu belum terjadi secara luas saja, karena waktunya masih lama,” katanya. Dia mengungkapkan, sebetulnya saat ini merupakan waktu yang tepat bagi sejumlah Balon untuk melakukan sosialisasi, sebelum memasuki tahapan Pemilu.

Jika sudah memasuki tahapan Pemilu tentunya, tentunya akan ada sejumlah aturan yang membatasi ruang gerak dari seluruh Balon. “waktu sosialisasi setelah masuk tahapan tentunya lebih singkat. Justru sekarang ini waktunya sangat bebas untuk melakukan sosilisasi,” timpalnya.

Nadika juga memprediksi, bakal banyak manuver dari sejumlah Parpol di wilayah Muratara, menjelang tahapan Pemilu. “itu tergantung dari hasil poling dan survei masing masing Parpol. Manuver tentunya pasti ada,” tegasnya.

Terpisah, komisioner KPUD Muratara divisi Sosialisasi Netty Herawati membenarkan, jika saat ini waktu yang sangat bebas bisa digunakan bagi para Balon untuk melakukan sosialisasi. Pasalny mereka belum secara resmi terdaftar sebagai Balon Pilkada.

“Untuk saat ini PKPU belum berlaku, karena belum ada yang resmi terdaftar mau dalam Pilkada. Kami harap banyak pasangan Balon yang tampil, sehingga pelakanaan Pilkada di Muratara lebih meriah dan warga banyak pilihan,” ujarnya.

Dia menuturkan, dampak dari Pilkada tentunya akan dirasakan msyarakat secara luas. Karena Pilkada merupakan momentum, masyarakat memilih pimpinan mereka untuk lima tahun mendatang. “Pasti ada dampaknya secara luas, baik itu secara langsung ke masyarakat maupun secara tidak langsung,” tuupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya