oleh

Nantang Duel Tewas Ditembak, Terjadi di Sanga Desa Muba

SUMEKS.CO-SANGA DESA  Muba – Pemuda kelahiran Pendopo  Pali, bernama Ferdianto (29) alias Ardi  meregang nyawa usai ditembak  dua kali, oleh pelaku bernama Marzan (41) warga Desa Bukit Pangkuasan Kecamatan Batang Hari Leko. Sekitar pukul 19.00 WIB Rabu (25/3) di  kebun karet milik saudara Win yang terletak di Rompok Mekar Jaya Dusun II Desa Macang Sakti Kecamatan Sanga Desa.

Korban Ardi tewas bersimbah darah akibat diterjang timah panas pada bagian dada, dan kepala belakang, yang dimuntahkan dari sebuah senjata api rakitan (Senpira) laras pendek milik tersangka Marzan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian pembunuhan ini  bermula ketika korban datang ke lokasi rompok tempat tersangka tinggal dengan tujuan memarahi seorang wanita bernama Novi yang tinggal di rompok tersebut. Kemudian saat korban memarahi Novi, tersangka Marzan yang merupakan seseorang dituakan di rompok tersebut lalu menegur korban supaya berhenti marah-marah.

Tidak senang atas teguran tersebut, korban yang sehari-harinya tinggal di Desa Macang Sakti Kecamatan Sanga Desa tersebut lalu berbalik memarahi tersangka Marzan, lalu menantangnya untuk berkelahi. Ajakan korban untuk berkelahi tersebut, kemudian tidak digubris oleh tersangka.

Selanjutnya, korban yang masih penasaran pun lalu kembali datang ke rompok tersebut untuk menantang kembali tersangka Marzan berkelahi. Tersangka yang naik pitam kemudian mengambil sepucuk Senpira laras pendek miliknya, lalu mengejar korban yang saat itu berada di samping belakang pondok.

Pelaku langsung mengarahkan pistol miliknya tersebut, dan menembak korban hingga tepat mengenai bagian dada depan. Korban yang terkena tembakan langsung jatuh tersungkur, tersangka kemudian kembali meletuskan senjata api miliknya dari jarak dekat. Kali ini moncong senjata diarahkan pada bagian kepala belakang korban.

Peluru yang ditembakkan pun menembus kepala korban dari bagian belakang hingga tebus ke kening.
Seusai membunuh korban, tersangka kemudian berlari ke hutan dan bersembunyi, sambil membuang pistol yang ia gunakan untuk membunuh tersebut. Aparat polsek Sanga Desa yang menerima laporan kasus penembakan tersebut selanjutnya langsung meluncur ke TKP.

Kapolsek Sanga Desa IPTU Suvenfri, SH didampingi Kanitres Lekat Haryanto, SH langsung memimpin tim untuk mengejar pelaku Marzan. Dalam pengejaran tersebut Polsek Sanga Desa juga dibantu oleh tim dari Polsek Babat Toman yang dipimpin oleh Kapolsek Babat Toman AKP Ali Rojikin, MH serta anggota dari Unit Pidum dari Polres Muba.

Pelaku kemudian berhasil diamankan disekitaran jalan Desa Sungai Angit Kecamatan Babat Toman.
“Pelaku sudah berhasil kita tangkap tanpa adanya perlawanan. Saat kita melakukan penangkapan, kita melakukan pendekatan secara persuasif kepada keluarga tersangka, dan akhirnya setelah dibujuk oleh keluarga akhirnya tersangka pun keluar dari persembunyian, dan langsung kita amankan,” ungkap Kapolsek Sanga Desa IPTU Suvenfri, SH saat dikonfirmasi.

Menurut Kapolsek, tersangka mengaku khilaf saat melakukan pembunuhan tersebut karena ditantang duel oleh korban.“Kepada tersangka kita kenakan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan aancaman penjara maksimal 15 Tahun,” ucapnya. (ren/hmb)

Komentar

Berita Lainnya