oleh

Narkoba Senilai Rp1,5 Miliyar Dimusnahkan

-Sumsel-97 views

MUARA ENIM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Muara Enim memusnahkan barang bukti narkoba senilai Rp1,5 miliyar yang telah memiliki kekuatan hukum tetap atau incrah dengan perkara selama periode September 2018-September 2019, berlangsung di halaman Kantor Kejari, Selasa (8/10).

Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Muara Enim, Mernawati SH bersama unsur Forum Koorinasi Pimpinan Daerah.     

Pemusnahan itu dilakukan dengan cara dibakar dan ada juga dengan diblender. Sedangkan barang bukti senjata api rakitan dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan mesin pemotong.

Barang bukti yang dimusnahkan berupa narkoba jenis sabu sabu seberat 1.000,10 gram senilai Rp1,5 Miliyar. Kemudian pil ekstasi sebanyak 71 butir, ganja 620,9 gram serta senjata tajam jenis pisau dan senjata api rakitan laras panjang dan pendek seharga Rp20 juta.  

Kepala Kejaksaan Negeri Muara Enim, Mernawati SH, didampingi Kasi Pidum, Mario Hurairo SH, kepada awak media mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan didominasi narkotika, sabu-sabu, pil ekstasi dan ganja.

“Barang bukti narkotika yang kita musnahkan perkara yang kita tangani  periode September 2018-September 2019  dengan 150 perkara yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap,” jelasnya.

Dijelaskannya, dalam penangakan perkara narkotika tersebut, vonis hukuman maksimal yang dijatuhkan  seumur hidup. “Mereka yang dihukum rata rata dodominasi sebagai pengedar narkoba,” jelasnya.

Mereka yang dihukum, lanjutnya, kebanyakan didominasi dari wilayah Kabupaten PALI dan sebagian dari daerah Simpang Meo, Kecamatan Tanjung Agung.

“Barang bukti narkotika yang kita musnahkan senilai Rp1,5 Miliyar ini, maka bisa menyelamatkan 10 ribu jiwa masyarakat dari narkoba,” tegasnya..

Dia juga mengaku barang bukti yang dimusnahkan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sekitar 50-60 persen. Dengan demikian, lanjutnya perkara narkotika di Muara Enim masih cukup tinggi dan Muara Enim dapat dinyatakan sebagai daerah zona merah peredaran narkotika. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya