oleh

Narkotika Dalam Perspektif Kejahatan Transnasional

Oleh :
KOMPOL. SURYADI, SIK, M.H.
(Serdik Sespimmen Dikreg Ke – 61 Tahun 2021)

Narkotika merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi secara makro dalam konteks global. Data tentang prevalensi narkotika di dunia berdasarkan data UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime), Badan PBB yang bergerak di bidang penyalahgunaan Narkotika dan Kejahatan, disebutkan bahwa terdapat sekitar 210 juta pengguna narkotika di seluruh dunia dan setiap tahun 200 ribu orang meninggal dunia dengan sia-sia karena narkoba.

Selain itu, UNODC juga menyampaikan bahwa keuntungan yang didapat dari bisnis narkoba secara global berjumlah lebih dari USD 322 Milyar dan sebagian besar uang ini digunakan untuk membiayai organized crimes di seluruh dunia. Dampak kerugian ekonomi dan sosial yang diakibatkan oleh narkoba ini juga sangat besar dan diperkirakan mencapai sekitar Rp 48,3 triliun.

ISU KRUSIAL
Dari data dan fakta tersebut di atas, dapat dilihat bahwa perputaran uang secara finansial sangatlah besar dari bisnis/praktik peredaran gelap & penyalahgunaan narkotika. Hal yang sama dengan impact/dampak yang ditimbulkan dari peredaran gelap & penyalahgunaan narkotika, dimana hal tersebut tidak saja merusak tatanan sosial/ekonomi dan aspek kesehatan, namun juga sangat dekonstruktif dengan wajah generasi penerus mendatang, yang jika sudah terkontaminasi dengan penyalahgunaan narkotika.

Dari release UNODC tersebut, juga tidak dapat terelakan bahwa sejatinya terdapat ‘benang merah’ dari praktik peredaran gelap narkotika di pasar global dengan organized crime di seluruh dunia. Hal mana yang tentunya harus menjadi perhatian bersama, lintas stakeholder/semua pihak dan segenap element lintas batas negara (masyarakat internasional).

Berbicara tentang narkotika dalam perspektif kejahatan transnasional tentu akan memiliki banyak aspek, namun melalui ruang opini singkat ini hanya akan coba dititikberakan kepada sejauh mana pengaruh jaringan peredaran gelap narkotika internasional terhadap pasar gelap peredaran/penyalahgunaan narkotika di dalam negeri (Indonesia), serta juga akan diketengahkan berbagai regulasi/konvensi/forum internasional terhadap narkotika.

Pada prinsipnya, penanggulangan penyalahgunaan narkotika bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan, khususnya terkait metode/cara memutus mata rantai sindikat jaringan narkotika internasional yang berafiliasi dengan jaringan bandar narkotika yang ada di dalam negeri. Hal ini yang memang utamanya disebabkan oleh banyaknya celah/inside hole di semua wilayah Indonesia (yang memang luas), khususnya dari zona perairan/laut, yang senyatanya memudahkan transit/perpindahan/transaksi barang haram tersebut.

Namun selaras dengan realitas yang ada, utamanya terkait dengan faktor – faktor penghambat pemutus peredaran narkotika yang berafiliasi dengan jaringan multinasional tersebut, dalam hal ini secara tegas pemerintah melalui berbagai stakeholder terkait, utamanya Kepolisian, telah bertekad dan memiliki komitmen yang kuat dalam memberantas penyalahgunaan narkotika, khususnya yang terkait dengan jaringan transnasional/multinasional.

Komentar

Berita Lainnya