oleh

Nekat Datangi Gubernur, Akhirnya Quenza Kembali Ceria

SUMEKS.CO – Quenza Vinef Supraja bocah perempuan berusia 5 tahun asal Desa Krujon Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur, yang menderita luka bakar di sebagian tubuhnya, saat ini kondisinya sudah jauh membaik. Bahkan putri dari pasangan Galih dan Dian tersebut diketahui sudah bisa beraktifitas seperti biasanya.

“Kondisinya sudah sehat, ceria lagi, sudah bisa bermain seperti biasanya,” kata Dian, ibunda dari Quenza saat dihubungi, Senin (3/12).

Kendati begitu, lanjut Dian, anaknya tersebut masih harus menjalani beberapa tahapan terapi. “Terapi masih jalan terus. Ini baru pulang dari terapi. Kalau kontrol seminggu sekali,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, membaiknya kondisi Quenza saat ini tak lepas dari gerak cepat Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru dan jajarannya.

“Tanpa bantuan dari bapak Gubernur, kami tidak bisa apa-apa. Saya ini hanya pedagang sayur, sementara suami saya hanya buruh bangunan. Uang untuk makan saja pas-pasan apalagi untuk operasi,” ungkapnya.

Dia pun menceritakan, awal dirinya memberanikan diri datang ke Rumah Dinas Gubernur di Griya Agung lantaran merasa miris melihat kondisi anaknya yang kian memburuk. Apalagi Quenza tersebut kerap dijauhi oleh teman-temannya di sekolah.

“Untuk kesembuhan anak saya apapun akan saya lakukan. Kami tahu bapak Gubernur orang baik, makanya kami beranikan diri datang ke Griya Agung di Palembang,” ucapnya.

Saat di Griya Agung, tutur Dian, dia dan suaminya pun di sambut hangat Herman Deru. “Saat bertemu, kami disambut layaknya keluarga oleh Gubernur. Tidak ada jarak antara Gubernur dan dan masyarakat,” jelasnya.

Bahkan, Herman Deru langsung bergerak cepat memerintahkan instansi terkait dalam hal ini Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumsel untuk melakukan pendampingan terhadap pengobatan Quenza.

Dari data yang didapat dari BAZNAS, Quenza sudah menjalani dua kali operasi besar yang biayanya menggunakan uang zakat yang terhimpun melalui BAZNAS. Operasi besar pertama terhadap Quenza yakni pemisahan tangan yang melekat ditubuhnya dan sudah dilakukan pada (16/10) lalu di Rumah Sakit Muhammad Husin (RSMH) Palembang.

“Operasi kedua yaitu pencangkokan kulit dilaksanakan juga sudah dilakukan di RSMH pada 6 Oktober 2019,” kata Ketua Baznas Sumsel Drs H Najib Haitami.

Saat ini, lanjut Najib, Quenza masih menjalani proses terapi yang akan memakan waktu minimal 6 bulan kedepan.(ety)

Komentar

Berita Lainnya