oleh

Netanyahu Sebut Pemilu Israel Kecurangan Terbesar Dalam Sejarah

SUMEKS.CO –  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menolak pembentukan koalisi oposisi yang ditujukan untuk menggulingkannya. Di hadapan legislator partai sayap kanannya, Likud, pada Minggu (6/6), Netanyahu menyebut koalisi tersebut merupakan hasil dari kecurangan pemilu terbesar dalam sejarah demokrasi.

“Kita menyaksikan kecurangan pemilu terbesar dalam sejarah negara ini, menurut pendapat saya dalam sejarah demokrasi mana pun,” kata Netanyahu, seperti dimuat Reuters.

“Itulah mengapa orang merasa ditipu dan mereka merespons, mereka tidak boleh diam,” sambungnya. Menurut Netanyahu, Naftali Bennett yang akan menggantikannya telah melanggar janji kampanye untuk tidak berkoalisi dengan partai-partai sayap kiri, tengah, dan Arab. Tetapi pada 2 Juni, Bennett mengumumkan koalisi dengan pemimpin oposisi Yair Lapid yang membuatnya geram.

Berdasarkan kesepakatan koalisi, Bennett akan menjabat sebagai perdana menteri untuk dua tahun pertama, kemudian digantikan oleh Lapid. Tuduhan Netanyahu muncul ketika kepala badan keamanan dalam negeri Shin Bet memperingatkan publik mengenai prospek kekerasan yang meningkat. (rmol.id)

Komentar

Berita Lainnya