oleh

Ngaku Polisi Berpangkat Briptu, Residivis Kasus Upal Ini Tipu Teman Kencan

SUMEKS.CO – Seorang residivis yang baru saja bebas berkat program asimilasi dampak Covid-19 karena kasus uang palsu (Upal), Eko Saputro (24) ditangkap aparat Unit Reskrim Polsek Kalidoni, Selasa (2/6/2020) lantaran menipu teman kencannya yang mengaku sebagai anggota polisi berpangkat Briptu bertugas di Mabes Polri.

Aksi ini dilakukan pelaku Eko bersama seorang temannya yang membawa kabur barang berharga milik korban usai diajak berkencan di kamar hotel. Diduga, aksi ini sudah sering dilakukan di sejumlah penginapan di Palembang sejak bebas beberapa minggu lalu.

“Setelah menerima laporan dan ciri-ciri pelaku dari korban sebelumnya kita langsung melakukan penggerebekan pelaku di sebuah kamar hotel,” kata Kapolsek Kalidoni AKP Irene SIK melalui Ipda Deni Irawan.

Deni mengatakan modusnya pelaku mengaku sebagai anggota Polri. Pelaku bersama temannya yang kini masih dalam pengejaran, mencari calon korbannya di media sosial.

Tersangka Eko saat diamankan ke Mapolsek Kalidoni

“Menggunakan identitas palsu di media sosial sebagai anggota polri lalu pelaku mengajak korban kencan di hotel yang telah disepakati,” terang Deni.

Lalu setelah harga kencan disepakati, pelaku dan korban bertemu di hotel. Namun pelaku sudah menyewa dua kamar yang bersebelahan dengan temannya yang sudah menunggu di kamar tersebut.

“Di saat korban lengah usai berkencan itulah, teman pelaku masuk dan menggasak ponsel dan barang berharga lainnya milik korban,” tambah Deni.

Ide sebagai anggota polisi didadapti pelaku dari seorang temannya saat mendekam di Lapas. “Untuk meyakinkan korbannya pelaku mengaku angkatan (Leting) 31 yang bertugas di polda Metro Jaya. Kita masih mengejar teman pelaku yang berhasil kabur. Pelaku terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun,” tutup Deni.

Kepada polisi, tersangka Eko yang merupakan warga Lr Masjid II, Kecamatan SU I, Palembang ini mengatakan, foto yang ada di kartu tanda anggota (KTA) diedit berpakaian dinas Polisi.

“Cuma edit foto, namo itu palsu pakai namo adik aku Pak untuk KTA samo KTP. Kalau ado wong nanyo leting berapo aku jawab leting 31 tugas di Polda Metro Jaya. Aku bebas asimilasi karena kasus Upal ditahan di Lapas Kayuagung bulan puaso kemarin. Seharusnyo baru bebas bulan 10 besok,” ungkap Eko.(dho)

Komentar

Berita Lainnya