oleh

Ini Tanggapan Wako Bandarlampung Herman HN Soal Penusukan Syekh Moh. Ali Jaber

SUMEKS.CO-  Bandarlampung- Terkait insiden yang hampir membunuh pendakwah sekaligus ulama Syekh Moh Ali Jaber, Walikota Bandarlampung Herman HN meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku dan meningkatkan keamanan.

“Saya minta dihukum sesuai dengan kesalahannya. Bisa saja dia teroris atau apa, maka hukum harus kita tegakkan,” katanya, Senin (14/9).

Menurutnya, kejadian yang terjadi memang ada sedikit kelalaian, sehingga dirinya meminta keamanan harus ditingkatkan, agar tidak terjadi peristiwa yang dapat merugikan semua pihak. “Setiap penceramah harus kita jaga. Semua, tapi karena selip kemarin. Kejadian seperti ini harus dijadikan pelajaran bagi kita. Harus waspada, dan lebih ditingkatkan lagi keamanannya, khususnya di Kota Bandarlampung,” ringkasnya.

Sebelumnya, pendakwah sekaligus ulama Syekh Moh. Ali Jaber ditikam orang tidak dikenal. Itu terjadi saat Syekh Ali sedang mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, Minggu (13/9) sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun radarlampung.co.id, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Di mana Syekh Ali yang kala itu sedang mengisi kajian Minggu dan Wisuda Tahfiz Quran tiba-tiba saja didatangi seorang pria kurus berbaju biru di atas panggung. Yang seketika itu juga langsung menghempaskan senjata tajam ke arah perut Syekh Ali.

Syekh Ali sempat menghindarinya. Namun tusukan itu tetap mengenai salah satu tangannya. Akibatnya, Syekh Ali mengalami luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk diberikan pertolongan. Pria yang menikam ustad tersebut tertangkap oleh para peserta kajian  yang ada di dalam masjid tersebut, yang langsung membawa pelaku ke kepolisian.

Kapolsek Tanjungkarang Barat (TkB) AKP David Jacson membenarkan kabar adanya peristiwa penusukan tersebut. “Benar ada laporannya. Pelaku juga sudah diamankan, masih kita cari tahu. Nanti saya kabari lagi,” singkatnya. (apr/yud)

Komentar

Berita Lainnya