oleh

Nikah Bocah di Desa Ngulak Muba Viral!

-Sumsel-89 views

Ada-ada saja, pernikahan cilik kembali terjadi. Tak hanya pernikahan beda usia jauh, tapi pernikahan sesama bocah juga masih terjadi. Di desa. Ya di desa, karena di wilayah desa pernikahan dibawah umur ini masih dianggap lumrah.  

Kedua mempelai saat dikunjungi unsur Muspika. Foto: ist.

Nah, yang terbaru dan viral videonya pernikahan dua bocah pelajar SMP umur 14 tahun di desa Ngulak, Kelurahan Ngulak, Kecamatan Sanga Desa, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Pernikahan ini bikin geger jagat maya. Ada yang menyayangkan dan ada juga yang masih tidak percaya. Kok bisa!

Camat Sanga Desa Suganda mengatakan pernikahan dilakukan kemarin, Kamis (11/7/2019) di Desa Ngulak. “Saya pastikan itu benar, saya sekarang sedang di lokasi untuk menggali lebih dalam terkait terjadinya pernikahan ini,” kata Suganda.

Mempelai wanita adalah lulusan SD. Sedangkan mempelai prianya masih duduk di kelas II SMP. Mereka, Rs (14) dan Bm (14), warga Ngulak, Kecamatan Sanga Desa.

Akad nikah berlangsung di musala dekat kediaman Erwin, orangtua perempuan di Kelurahan Ngulak, Kamis (11/7) malam.

Tak hanya di media sosial. Pernikahan itupun jadi buah bibir di kampung mereka. Tak terkecuali Muspika setempat. Mereka menaruh perhatian. Kemarin (12/7), Camat Sanga Desa, Suganda AP MSi beserta Kapolsek Sanga Desa Iptu Beni Okimu SH dan Lurah Ngulak 1, Naherunay SH langsung mengunjungi kediaman orangtua mempelai pria.

Tak Jauh dari Kantor Kecamatan Sanga Desa. Di sana, mereka menemui pasangan pengantin ABG (anak baru gede) tersebut. Di hadapan para pejabat itu, RS dan Bm lebih banyak diam dan menunduk malu.

Rs tercatat masih sekolah di kelas 2 salah satu MTs di Sanga Desa. Sedangkan Bm, tidak melanjutkan sekolah usai lulus SD. “Kami saling cinta,” ucap RS pelan.

Andika (36), ayah RS menjelaskan, prosesi pernikahan putra sulungnya dengan Bm memang berlangsung di mushola dekat rumah sang besan. “Acaranya usai salat Magrib. Hanya secara agama dan adat saja,” ungkapnya.

Berlangsungnya pernikahan dini ini terjadi setelah permintaan sang anak agar dinikahkan dengan pacarnya yang tinggal di Kelurahan Ngulak.

“Mereka sudah saling cinta, jadi saya menghubungi orangtua Bm. Mereka pun tidak keberatan untuk menikahkan putrinya dengan anak kami,” tutur Andika.

Dia dan keluarga menyetujui pernikahan tersebut guna mencegah hal hal yang tidak diinginkan.

“Kami para orang tua sepakat menikahkan karena dari anak anak pun sudah suka sama suka,” imbuhnya.

Ditanyakan mengenai nasib pendidikan putra dan menantunya tersebut, Andika berharap keduanya masih bisa melanjutkan pendidikan setelah menikah ini. “Namun tidak tahu apakah masih bisa atau tidak. Untuk sementara anak saya akan bantu-bantu di rumah,” katanya.

Terpisah, Erwin, ayah Bm membenarkan pernikahan putrinya tersebut dengan Rs. Sebetulnya, ucap dia, mereka sebagai orangtua ingin sekali pernikahan itu bisa dilakukan secara hukum. Tapi, lantaran belum cukup umur, akhirnya secara adat saja. (jpg/jul)

 

Komentar

Berita Lainnya