oleh

Nikita Mirzani Disidang 24 Februari

JAKARTA – Berkas perkara dugaan penganiayaan yang dilakukannya artis Nikita Mirzani telah dilimpahkan kejaksaan ke pengadilan. Dan sidang pun akan segera digelar.

Kasie Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Andhi Ardhani menjelaskan berkas perkara dugaan penganiayaan Nikita Mirzani terhadap Dipo Latief telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (13/2). Secara otomatis status Nikita kini menjadi terdakwa dan sidang akan segera dilaksanakan.

“Biasanya tujuh hari setelah pelimpahan, lanjut sidang,” kata Andhi, Jumat (14/2).

Untuk masalah penahanan, Andhi menyebut yang kewenangannya kini ada di hakin PN Jakarta Selatan.

“Semenjak perkara dilimpahkan ke PN Jaksel maka kewenangan terkait penahanan akan beralih ke hakim,” katanya.

Dijelaskan Andhi, selama pihaknya dalam hal ini Jaksa Penuntut Umun (JPU) melengkapi berkas dakwaan dan tuntutan, Nikita berstatus tahanan kota. Ada beberapa pertimbangan terkait penetapan status tahanan kota.

“Kita menilai dari konstruksi kasus-kasus yang dihadapi maupun korban dari kasus itu juga. Makanya pasal di KUHP dibedakan bab nya ada pelanggaran atas ketertiban umum, orang harta dan benda, kejahatan terhadap negara dan lain-lain,” kata Andhi.

Pertimbangan lainnya, adalah dari segi kemanusiaan. Sebab ibu tiga anak ini masih memiliki bayi yang harus diberikan air susu ibu (ASI).

“Dari segi kemanusiaan juga kita pertimbangkan,” kata Andhi.

Sementara kuasa hukum Nikita Mirzani, Fachmi Bachmi mengatakan telah mendapat kabar soal sidang perdana kliennya.

“Berkas Nikita sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang pertama hari Senin tanggal 24 Februari 2020,” kata Fachmi.

Dikatakannya, Nikita siap menghadapi sidang perdana dugaan penganiayaan tersebut dengan agenda pembacaan dakwaan. Segala persiapan untuk menghadapi sidang perdana telah dilakukan. Termasuk menyiapkan eksepsi setelah JPU membacakan dakwaan.

“Kita siapkan eksepsi setelah JPU membacakan dakwaannya,” katanya.

Fachmi juga menyebut bahwa kliennya akan hadir dalam sidang perdana.

“Wajib dan pasti datang. Proses sidang ini yang diharapkan membuka kebenaran yang terjadi atas peristiwa yang didakwakan ke Niki,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan pihak Polres Jakarta Selatan, kasus penganiayaan yang dilakukan Nikita terjadi pada Kamis 5 Juli 2018. Nikita diduga melempar asbak ke mantan suaminya, Dipo Latief.

“Perkara penganiayaan terjadi pada Kamis tanggal 5 Juli 2018 bertempat di pelataran parkir jalan di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Mochammad Irwan Susanto dalam keterangan tertulisnya usai penjemputan paksa Nikita.

Berawal saat Nikita menguntit mobil korban. Ketika Dipo Latief menurunkan dua temannya, Nikita mendekati dan marah-marah. Kemudian Nikita melempar asbak yang ada di dalam mobil.

Akibatnya Dipo Latief mengalami luka memar dan lecet di dahi.

Kemudian, Dipo melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jakarta Selatan pada 2018. “Satu barang bukti diamankan, sebuah asbak rokok mobil warna hitam,” kata Irwan.

Akibat kejadian itu, Nikita Mirzani dikenakan pasal 351 KUHP jo pasal 335 KUHP tentang penganiayaan.

Nikita Mirzani dijemput paksa aparat Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (31/1) dini hari di daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Penjemputan paksa dilakukan karena Nikita tak menghadiri panggilan penyidik selama dua kali. Mengingat berkas perkaranya telah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada Desember 2019.(gw/fin)

Komentar

Berita Lainnya