oleh

Nizar: Satu Kaki Prabowo Sudah di Istana

-Politik-1.546 views

JAKARTA – Ketua Umum Satuan Relawan Indonesia Raya atau Satria Gerindra Nizar Zahro menilai panggung debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (31/3) malam menjadi milik Prabowo Subianto.

Nizar meyakini Prabowo selangkah lagi menjadi penguasa Istana. Menurut dia, Prabowo sukses mengutarakan gagasan, visi misi dan program-programnya.

“Penuh keyakinan dan menguasai persoalan. Ya, menguasai cara membenahi problem-problem kebangsaan yang selama empat setengah tahun ini diciptakan oleh Jokowi,” kata Nizar, Minggu (31/3) kepada JPNN.

Nizar mengatakan Prabowo berulang-kali menyebut negara harus kuat agar dihormati dalam percaturan global. Sebaliknya, kata dia, Jokowi berpikir berbeda, misalnya dalam 20 tahun ke depan tidak ada serangan musuh. “Pemikiran yang fatal. Buat apa susah payah membangun infrastruktur jika pertahanan mudah dibobol,” kata juru kampanye Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto – Sandiaga Uno itu.



Menurut Nizar, pantas saja anggaran militer sedikit sekali, tidak sebanding dengan luas teritorial dan jumlah penduduk. “Jokowi telah melemahkan negara ini,” tegasnya.

Buktinya, sambung Nizar, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua bebas membantai para prajrurit dan polisi. “Tidak mungkin bicara perdamaian dunia, tidak mungkin bisa berdiri tegak dalam percaturan global, jika menghadapi KKB saja sudah pontang-panting,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Jokowi terlalu memuja teknologi informasi, ingin selalu cepat. Faktanya, kata dia, mental elite dan pejabat masih bobrok. “Menurut Ketua KASN (Sofian Effendi) praktik jual beli jabatan berkisar 90 persen. Sehebat apa pun teknologi yang dipakai, bila mentalnya bobrok, bila praktik jual beli jabatan masih marak, maka jangan harap ada pelayanan publik yang prima,” papar Nizar.

Soal ideologi Pancasila, lanjut dia, Prabowo dengan mantap menjadikan sebagai pegangan hidup. Menurut dia, lihat saja selama kepemimpinan Jokowi, Pancasila hanya dijadikan tameng. Bahkan Pancasila telah dijadikan batas demarkasi antara pendukung dan pengkritik. “Rakyat telah dibelah tak ubahnya era kolonial dengan politik devide et impera,” kata anggota Komisi X DPR, itu.

Dia menilai Jokowi sepertinya sudah terlihat sudah lelah dan mulai pelupa. “Sudahlah Pak Jokowi tampaknya Anda sudah lelah. Sudah mulai pelupa. Baru kemarin ngamuk-ngamuk di Yogyakartan akan melawan pihak yang memfitnah. Semalam sudah lain lagi, katanya tidak apa difitnah,” jelasnya.

“Anda sudah lelah fisik, pikiran dan bahkan gagasan. Benar kata Anda, tidak mudah menjadi presiden. Kibarkan bendara putih tampaknya pilihan yang tepat. Biarkan rakyat mengantar Pak Prabowo menuju Istana, menjadi Presiden Indonesia,” pungkasnya. (boy/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya