oleh

Nonaktifkan Sofyan Basir, Langkah PT PLN Diapresiasi

Setelah Sofyan Basir ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jabatannya sebagai direktur utama (dirut) PT PLN langsung dicopot. Langkah tersebut pun mendapat apresiasi dari KPK.

Jubir KPK Febri Diansyah mengapresiasi langkah PT PLN yang menonaktifkan Sofyan Basir sebagai dirut. “KPK tentu menghargai kalau ada tindakan-tindakan cepat yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (26/4).

Sebagaimana diketahui, mantan dirut BRI itu terjerat dalam kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Menurut Febri, keputusan PT PLN yang menonaktifkan Sofyan Basir bisa menjaga keberlangsungan pelayanan masyarakat. Posisi penting di BUMN pun tidak ditempati oleh orang bermasalah.

“Pelayanan terhadap masyarakat oleh PLN ini juga harus berjalan secara maksimal. Jadi, jangan sampai ada orang-orang yang diduga bermasalah kemudian pelayanan publiknya jadi tambah bermasalah,” ucap Febri.

Sebelumnya SVP Hukum Korporat PLN, Dedeng Hidayat menjelaskan, dewan komisaris telah menunjuk Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali sebagai pelaksana Tugas (plt) dirut.

“Kami meyakini bahwa keputusan ini merupakan bentuk dan upaya dalam mendukung penyelesaian kasus hukum yang dialami pimpinan PLN dengan mempertimbangkan azas praduga tak bersalah,” kata Dedeng dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/4).

Penetapan tersangka Sofyan merupakan hasil pengembangan kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Dalam kasus ini KPK telah menjerat mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, mantan Sekjen Golkar, Idrus Marham, dan Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Pada pengembangan sebelumnya, KPK juga sudah menjerat pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan. Sofyan diduga bersama-sama membantu Eni dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari Kotjo untuk kepentingan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.(jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya