oleh

Nyaris Satu KK Satu Kilo Emas,Tiap Lebaran Belanja Emas

Sumeks.co – Banyuasin-perhiasan emas sangatlah cantik jika di pakai seorang wanita. Penampakan itu, tidak asing di kecamatan Banyuasin II.

Saat berada di kawasan Desa Ekowisata Sungsang Kabupaten Banyuasin. Banyak warga, mulai dari ibu-ibu dan remaja wanita, balita hingga anak kecil pria pun memakai perhiasan emas. Yang memakai perhiasan emas hingga sampai sebesar telapak tangan yang di pakai mereka.

Hal itu, menjadi pemandangan yang berbeda dengan warga desa lainnya di Indonesia.

Seringkali wisatawan yang datang dan bersinggah ke Desa itu. Bertanya-tanya akan perhiasan emas yang di pakai kaum perempuan itu.

Apakah asli atau tidak?

“Semua emas itu asli,” ungkap Salinan, Camat Banyuasin II, yang akan menceritakan mengapa banyaknya warga yang memakai emas di wilayahnya, ketika di bincangi, Minggu (25/10).

Nelayan Sungsang
Gelang emas berukutan besar
Pakai perhiasan emas dalam semua aktivitas
anak kecil pakai kalung emas

Salinan menceritakan, bahwa emas yang kerap di pakai para perempuan itu. Sudah menjadi perhiasan yang juga sebagai tingkatan status sosial masyarakat Desa di wilayah kecamatannya itu.

Dari hasil kerja mereka sebagai nelayan, pedagang terasi dan lainnya. Biasanya di sisikan untuk di belikan perhiasan emas.

“Setiap jelang hari raya,”
“Mereka belanja emas,”
“Itu sudah jadi ke biasaan mereka,”

Pekerjaan masyarakat Desa Ekowisata sungsang, di Dominasi para nelayan.

Sejak dulu mereka mengumpulkan hasil jeri payah mereka dengan membeli perhiasan emas.

Salah satu warga, menengah kebawah juga. Ada yang sudah mencapai sebanyak 800 suku emas yang di belinya sebagai perhisaan emas.

“Jadi rata-rata kemungkinan,”

” Bisa satu kk, nyaris satu kilo emas,”

“Kebanyakan mereka membeli, tidak untuk di jual lagi,”

Ibu-ibu dengan full aksesoris emas ditubuhnya
Kumpulan anak bermain, dua dari kiri memakai kalung emas
Remaja Sungsang dengan perhiasan emasnya

 

Apakah aman di wilayah itu?

Selama ini, aman dan tidak ada pernah terjadi tindak kejahatan yang berhubungan dengan emas.

Hanya saja, pernah terjadi adanya aksi penipuan yang hendak dilakukan salah satu pedagang emas dari luar Desa itu.

“Penipu itu mau jual emas yang di tengahnya ada kawat besi.”

“Perhiasan emas itu, lapaisannya emas tapi di tengahnya kawat besi,”

Warga yang hendak membeli, memotong emas berbentuk perhiasan itu. Ternyata saat di potong di tengahnya ada kawat besi.

“Penipu itu langsung kabur,”

“Itulah satu kejahatan yang saya dengar ceritanya dari warga,”

“Alhamdulillah, sampai saat ini aman,” tutupnya.(bun)

Komentar

Berita Lainnya