oleh

Oknum Disdik Palembang Diduga Minta Jatah Rp500 Ribu

PALEMBANG – Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel kembali menjadi sasaran demo elemen masyarakat, kemarin (7/11). Kali ini, puluhan orang yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Peduli Palembang (AP3). Meminta aparat kejaksaan mengusut dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Disdik Kota Palembang. Dengan membawa sejumlah selebaran dan karton bertuliskan desakan. Agar aparat Kejati Sumsel mengusut indikasi pungli pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Terhadap para kepala sekolah dasar (SD) yang dilakukan oknum berinisial Da dan SP.

“Kami meminta penyidik Kejati Sumsel agar mengusut tuntas praktik pungli. Yang disinyalir dilakukan oknum ASN di lingkup Disdik Kota Palembang. Tiap Kepsek SD yang mencairkan dana BOS dikutip biaya sebesar Rp500 ribu,” ucap Koordinator Aksi (Korak), Rubi Indarta dalam orasinya, Kamis (7/11).

Untuk lebih menguatkan laporannya, AP3 terang Rubi pihaknya memiliki bukti rekaman video. Berikut sejumlah bukti lain yang mengindikasikan kedua oknum tersebut melakukan praktik pungli.

“Mohon ditangkap dan penjarakan oknum Dinas Pendidikan Kota Palembang. Yang membuat laporan pertanggungjawaban dana Bos dan LPJ BOS. Jangan biarkan Kepsek SD se Kota Palembang menderita karena harus melakukan setoran setiap menerima dana BOS,” teriak Rubi disambut yel-yel dukungan dari peserta aksi.

Dan setelah beberapa saat melakukan aksi, elemen masyarakat yang tergabung dalam AP3 ini ditemui koordinator bagian intelijen Kejati Sumsel, Irfan,SH.

“Terima kasih atas penyampaian informasi dari rekan-rekan semua kami terima dengan baik. Dan kami dari pihak Kejati menunggu secepatnya bukti rekaman video daripada apa yang disampaikan tadi,” ucap Irfan.

Aksi massa tersebut berjalan damai dan tertib. Setelah menyampaikan orasi serta diterima oleh pihak Kejati Sumsel, massa aksi demo tersebut membubarkan diri.

Kepala Disdik Kota Palembang, Ahmad Zulinto ketika dikonfirmasi via ponsel mengatakan. Pihaknya telah mengetahui akan adanya aksi massa tersebut. Yang menurutnya sudah dilakukan pemanggilan terhadap adanya indikasi pungli yang dilakukan oleh dua orang staf nya. Yang ternyata setelah ditanyakan langsung keduanya tidak mengakui seperti apa yang telah dituduhkan.

“Terhadap yang disangkakan tersebut, keduanya sudah kami dipanggil. Dan keduanya mengaku tidak melakukan pungli dan yang jelas tuduhan tersebut tidak pernah dilakukannya,” ucap Zulinto.

Yulinto menambahkan bahwa dirinya selaku kepala dinas sering memeringatkan beberapa kali kepada masing-masing Kepsek. Yang terkait dengan pencairan dana BOS tersebut. Agar setiap mengurus pencairan dana BOS tersebut untuk tidak sendiri-sendiri menghadap Kabid atau Kasi, melainkan dilakukan secara bersama-sama dalam bentuk suatu pertemuan.(kms)

Komentar

Berita Lainnya