oleh

Oknum Ketua RT Dalangi Kasus Pencurian di Pasar 16 Ilir

SUMEKS.CO – Oknum Ketua RT, Kgs Ahmad Anshori (35), dibekuk aparat Unit Reskrim Polsekta IT I Palembang lantaran menjadi dalang kasus pencurian di kawasan Pasar 16 Ilir, Kecamatan IT I, bersama empat orang rekannya.

Terungkapnya kasus ini setelah sejumlah korban mendatangi dan melaporkan kejadian tersebut. Unit Reskrim Polsekta IT I langsung melakukan penyelidikan.

“Oknum Ketua RT ini tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian. Beraksi bersama empat orang rekannya sebanyak 8 kali,” terang Kapolsek IT I Kompol Deni Triana SIK melalui Wakapolsek IT l Palembang, AKP WD Bernard SIK, kepada awak media.

Bernard menyebut, aksi komplotan ini dilakukan pada malam hari saat Pasar 16 Ilir sudah tutup.

“Sebelum beraksi, mereka memperlajari keadaan toko. Lalu mematikan skring listrik dan menutup kamera CCTV dan juga pernah menggunakan kunci palsu,” beber Bernard.

Oknum Ketua RT tadi selalu membagi tugas kepada rekannya yang akan diajak.

“Ada yang memesan kunci dan membuka gembok toko. Ada yang mematikan listrik, juga ada yang bertugas menutupi CCTV serta membawa dan menjual hasil curian,” tambahnya.

Terakhir aksi komplotan ini diektahui Minggu (26/07/2020) sekitar pukul 02.45 WIB. Berhasil membongkar toko yang menjual Pupuk Pertanian. Korban Rodiah, warga Cempaka Dalam, Kelurahan 26 llir, Palembang langsung membuat laporan.

“Korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Kita juga mengamankan barang bukti 1 unit ponsel, 1 flashdisk dab bahan bumbu dapur hasil curian,” ujar Bernard.

Selain mengamankan tersangka Anshori, polisi juga mengamankan tersangka Uki, lin Gembel, Ahmad Rizki dan Aris. Saat ini polisi masih mengejar satu orang pelaku lagi yang masih DPO.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara di atas 5 tahun,” tukasnya.

Sementara itu, tersangka Anshori yang mengaku sudah 5 tahun menjabat sebagai Ketua RT di Pasar 16 Ilir ini berkelit baru dua kali melakukan pencurian.

“Beraksi malam hari dan selalu berlima Pak. Kami bongkar toko pada saat malam hari. Barang yang kami curi selalu kami jual di kawasan Kenten,” ungkap tersangka Anshori.(dho)

Komentar

Berita Lainnya