oleh

Oknum PNS Penipu Lowongan PTT Ini Juga Penyuka Narkoba

-Hukum-839 views
Babat Supat – Pengaruh buruk narkoba dan judi menghancurkan hidup Syaifullah, warga Desa Letang, Kecamatan Babat Supat, Muba ini ke titik nadir.

Guna memenuhi kebutuhan mengkonsumsi narkoba serta berjudi, pria yang merupakan PNS di Puskesmas Sungai Lilin tersebut nekat melakukan aksi penipuan.

Kedoknya? Penerimaan sebagai pegawai tidak tetap (PTT) di Puskesmas.

Namun nahas, Syaifullah kini harus mendekam di balik jeruji besi setelah, Selasa (8/1) ia diciduk jajaran Polsek Babat Supat di kediamannya di Pustu Desa Letang sekitar pukul 23.30 WIB.

Ia ditangkap atas dasar laporan Yeni Karlina (26) warga dusun 1 desa Tanjung Kerang, Kecamatan Babat Supat, Muba yang mengaku diimingi-imingi tersangka bisa menjadi PTT di Puskesmas dengan syarat harus memberikan sejumlah uang.

Korban memberikan uang sebesar Rp40 juta dengan beberapa kali tahapan, namun setelah uang di berikan SK sebagai PTT yang dijanjikan tidak pernah diterima korban.

Dari pengakuan tersangka ada tiga korban, jumlahnya berbeda. Ada yang 2015, 2016 dan terakhir 2017, tapi kita tidak menutup kemungkinan kalau ada korban lain.

“Kalau memang ada korban lain yang melapor kita siap menerima,” ujar Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti melalui Kapolsek Babat Supat Iptu Marzuki S.Sos didampingi Kanit Reskrim Ipda Sunardi.

Pihaknya sejauh ini sudah menyita sejumlah barang bukti berupa dua lembar kuitansi dan dua lembar bukti transfer dari korban.

“Tersangka kita jerat dengan pasal penipuan,” tukasnya.

Sementara, Rudi, warga desa Letang salah satu korban lain tersangka, Rabu (9/1) mendatangi Mapolsek Babat Supat.

Kepada wartawan dia mengaku, tahun 2016 lalu saat anaknya baru lulus diploma keperawatan didatangi tersangka yang menjanjikan bisa memasukkan anaknya sebagai PTT.

“Saya diminta uang 30 juta, baru saya kasih 5,5 juta. Dia sudah berapa kali minta kekurangannya, cuma karena curiga saya gak mau ngasih lagi, ” ungkap korban.

“Saya kemudian minta dia kembalikan tapi sampai sekarang gak dibalikan,” tandasnya.

Tersangka sendiri mengakui perbuatannya, dia mengaku cuma ada tiga korbannya.

Untuk korban Yeni dia mengaku kejadiannya 2017 dimana dia mendapat pembayaran secara bertahap sebanyak 5 kali.

“Uangnya habis dipakai buat foya-foya pak. Untuk beli narkoba dan judi, saya khilaf pak, saya sebetulnya gak bisa masukkan orang jadi PTT,” akunya. 

Dia juga membantah jarang bekerja di Puskesmas Sungai Lilin.

“Saya bagian pendaftaran pak di Puskesmas Sungai Lilin, kalau 3-4 bulan terakhir saya masuk terus” kilahnya.  (kur)

Komentar

Berita Lainnya