oleh

OPD Harus Terapkan Sistem Informasi Geografis (SIG)

MUARAENIM – Untuk sinkronisasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam bidang Sistem Informasi Geografis (SIG), Pemkab Muara Enim menggelar pelatihan bagi 50 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Muara Enim untuk menginkatkan kemampuannya dibidang Sistem Informasi Geografis (SIG) di Hotel Gran Zury Muara Enim, Senin (2/8).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Pj Sekda Muara Enim Drs H Emran Thabrani dan dihadiri oleh pejabat Muspida dan Muspika Muaraenim sert para peserta dari perwakilan OPD terkait. Untuk Narasumber dari Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya yakni M Baitullah Al Amin ST MEng (Lektor/ Dosen Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya) Febrinasti Alia ST MT, MSc MSi, Asisten Ahli/ Dosen Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Tekik Universitas Sriwijaya dan Stevanus Nalendra Jati ST MT, Asisten Ahli/ Dosen Prodi Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya. “ASN Muara Enim yang terkait dengan SIG ini wajib bisa dan paham, sebab kedepan SIG ini tidak bisa ditawar-tawar lagi,” ujar Emran.

Menurut Emran, Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan ilmu yang mempelajari tentang pemprosesan data spasial atau permukaan bumi dengan mengintegrasikan berbagai hardware dan software sehingga menghasilkan analisis keruangan yang komprehensif. Karena terkait dengan teknologi secara langsung maka perkembangan ilmu Sistem Informasi Geografis itu sendiri akan berjalan seiringan dengan semakin majunya teknologi.

Hal tersebut akan menjadi potensi tersendiri untuk perkembangan sistem informasi geografis di masyarakat. Pelatihan Sistem Informasi Geografis, kata dia, salah satunya dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Muara Enim bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya dikhususkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Kabupaten Muara Enim yang ditugaskan untuk mengelola data menjadi data spasial di OPD masing-masing.

Adapun tujuan dari Kegiatan Pelatihan Sistem Informasi Penataan Ruang ini, lanjut Emran, adalah untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan kemampuan para peserta terhadap konsep dan proses pengolahan data spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis.

Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan pemangku kepentingan mengenai proses analisa spasial untuk perencanaan kegiatan/pembangunan di masing masing OPD dan Menyusun basis data spasial dan bentuk-bentuk analisa spasial yang relevan bagi perencanaan penggunaan lahan berkelanjutan. Dan dalam kegiatan pelatihan Sistem Informasi Penataan Ruang ini, peserta diperkenalkan dan dilatih menggunakan perangkat lunak GIS yang merupakan perangkat lunak keperluan pengolahan data geospasial.

Untuk cakupan materi pelatihan ini meliputi Konsep dasar Sistem Informasi Geografis (SIG). Pengenalan perangkat lunak GIS Data, spasial dan struktur data proyeksi dan sistem koordinat pembuatan data spasial dengan proses digitasi, pembuatan data atribut Global Positioning System (GPS) dan Pengolahan data spasial Pembuatan layout peta.

Oleh karena itu, sambung Emran, kemampuan teknis dalam mengoperasikan Sistem Informasi Geografis (Geographical Information System/GIS) adalah salah satu kemampuan dasar yang perlu dibangun untuk perencanaan pembangunan yang berbasis spasial.

Komentar

Berita Lainnya