oleh

Operasi Katarak Rayuda Tak Keluarkan Uang Sepeserpun

Lubuklinggau – Rayuda (63) tak menyangka operasi katarak yang dijalaninya tidak akan mengeluarkan uang sepeser pun. Jika di luar sana masih ada orang yang menganggap berobat atau operasi menggunakan kartu JKN-KIS dianggap rumit, Rayuda telah membuktikan bahwa itu tidak benar. Buktinya baru-baru ini beliau telah menggunakan kartunya untuk operasi katarak dan mengaku puas menggunakan kartu JKN-KIS miliknya untuk berobat.

“Alhamdulillah dari awal kontrol terus, dan dijadwalkan waktu operasinya semuanya tidak rumit. Belum lagi rumah sakitnya lagi sepi, jadi walau dirawat kelas tiga ruangannya jadi rapi dan bersih. Pelayanannya cepat dan alhamdulillah tidak mengeluarkan biaya sepeser pun,” ujar Rayuda dengan puas, Rabu (11/11).

Rayuda terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang iurannya rutin dibayarkan setiap bulannya sejak empat tahun lalu. Selama terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, tidak pernah terbesit sekali pun akan menggunakan kartu tersebut untuk berobat. Maklum saja, ia didaftarkan anaknya yang sudah bekerja dan ingin orang tuanya mempunyai jaminan kesehatan jika sakit kelak. Dan benar saja, tepat dua minggu lalu beliau menjalani operasi katarak.

“Awalnya takut mau operasi. Tapi dengar dari kawan yang operasi katarak tidak sakit. Jadi beranikan diri untuk operasi. Ternyata memang benar tidak sakit. Malah operasinya berjalan dengan lancar dan senangnya tidak keluar biaya sedikitpun,” cerita Rayuda.

Sebelum menjalani operasi katarak, Rayuda sempat melakukan pemeriksaan terlebih dahulu berbekal rujukan Puskesmas ke rumah sakit yang hendak dituju. Namun karena terdapat syaraf yang harus disembuhkan sebelum menjalani operasi, akhirnya Rayuda melakukan kontrol rutin terlebih dahulu sampai benar-benar siap untuk menjalani operasi. Bahkan, setelah operasi Rayuda masih rutin melakukan kontrol ulang untuk memastikan matanya benar-benar sudah pulih setelah operasi.

Seusai operasi yang dijalaninya, Rayuda mengucapkan terima kasih kepada peserta JKN-KIS lainnya yang telah bergotong-royong membiayai peserta JKN-KIS yang membutuhkan pengobatan. Rayuda sadar biaya berobat yang diterimanya lebih besar jika dibandingkan dengan iuran yang selama ini rutin ia bayarkan.

“Buat saja kartu JKN-KIS ini dan bayar iuran rutinnya setiap bulan. Bukan buat dan bayar karena untuk mau pakai saja. Namanya saling gotong-royong,” pesan Rayuda. (RW/na)

Komentar

Berita Lainnya