oleh

Operasional PTP Mitra Ogan Ditutup

-Headline-1.182 views

Karyawan Terpaksa Berjualan dan Ngojek

BATURAJA – Pasca PT Mitra Ogan (MO) dikabarkan pada masa sulit, para karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit -yang merupakan anak perusahaan BUMN PT Rajawali Nasional Indonesia (RNI), harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Bahkan dari informasi yang diterima di lapangan, Selasa (19/2), ada yang harus belerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Misalnya Kardi. Dirinya bahkan rela berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan terkadang nakok (nyadap) kebun karet. “Kadang-kadang saya juga ngojek,” kata Kardi saat dihubungi, Selasa (19/2).

Kondisi saat ini, diakuinya sangat terasah sulit. Pada Januari gaji baru dibayar 50 persen. Sisanya sesuai janji dari perusahaan akan dibayar pada tanggal 15, namun sampai saat ini sisa gaji tersebut belum juga dibayar. Sama halnya untuk Februari juga belum dibayar.

“Untuk Februari, kami memaklumi karena masih pertengahan bulan,” katanya. Mengapa ada yang protes, kondisi ini bukan hanya terjadi saat ini saja.

Hal serupa juga pernah terjadi sebelumnya, meski akhirnya dibayar. Yang menjadi keluhan, ada tunjangan Pendidikan, Jamsostek dan DPLK sampai saat ini belum dibayar. Hal ini sudah terjadi beberapa tahun belakangan.

“Seperti saya sudah 3 tahun tidak menerima tunjangan itu. Untuk Tunjangan Pendidikan dan DPLK saja sudah mencapai sekitar Rp 15 juta yang belum dibayar,” cerita Kardi.

Ia mengaku sudah karyawan tetap dan mulai mengabdi diperusahaan tersebut sejak tahun 98. Disinggung untuk jaminan kesehatan, juga dikeluhkan. Sebab terkadang terlambat bayar, sehingga kalau untuk berobat kebetulan lagi nunggak bayar, mereka terpaksa memakai biaya pribadi.

Harapan kita adalah kejelasan akan nasib mereka. Saya juga bingung status kami ini apakah pegawai BUMN atau Swasta. Jumlah karyawan yang ada cukup banyak setahu saya mencapai lebih kurang 1.600 karyawan,” ceritanya.

Ia berharap kedepan agar perusahaan ini lebih maju lagi, dan perjuangan kawan-kawan ke Jakarta, kata Kardi bisa berhasil dan mendapatkan titik terang akan nasib mereka.

“Kami berharap aktifitas pabrik kembali normal. Ya, benar kabar yang saya tahu untuk sementara pabrik ditutup tidak ada aktifitas, sampai ada kejelasan nasib karyawan,” katanya.

Sementara pihak PTP Mitra Ogan Sendiri sampai berita ini diturunkan belum dapat dihubungi. (len/palpos.id)

Komentar

Berita Lainnya