oleh

OPM Ancam Serang Maskapai

JAKARTA – Serangan yang dilakukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kembali meningkat.

Kelompok separatis teroris itu bahkan menyatakan akan terus meningkatkan intensitas serangan selama dua tahun ke depan.

Target mereka adalah revolusi untuk memerdekakan Papua Barat.

“Karena pemerintah Indonesia belum penuhi tuntutan bangsa Papua, hak politik penentuan nasib sendiri,” ujar Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom kepada Jawa Pos.

TPNPB-OPM juga memberikan ultimatum terhadap maskapai penerbangan di Papua.

Menurut dia, maskapai yang membawa anggota TNI dan Polri di Papua akan diserang.

“Jadi, jangan pernah mau bawa TNI atau Polri,” tegasnya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal menegaskan, aparat keamanan siap meladeni aksi KKB dan masih terus melaukan pengejaran terhadap KKB.

Pasukan dikerahkan untuk mencari para pelaku serangan yang telah melukai warga sipil, anggota TNI, dan Polri.

Pihaknya juga mengejar pelaku penyerangan ke pesawat beberapa waktu lalu.

“Kami pasti terus mengejar,” tegasnya.

Tim pemburu terdiri atas personel TNI dan Polri. Dia mengatakan, keamanan akan terus ditingkatkan.

“Untuk mencegah kembali terjadi serangan,” ujarnya.

Sementara, daftar korban kekejian kelompok ini kembali bertambah setelah mereka mengeksekusi Pendeta Yeremia Zanambani di Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, kembali bertambah.

Itu setelah sebelumnya mereka menembak di tempat dua prajurit TNI dan warga sipil, serta melukai dua tukang ojeg.

Tindakan keji ini mereka lakukan agar mendapat perhatian jelang Sidang Umum PBB pada 22-29 September mendatang.

Hal ini ditegaskan Kepala Penerangan Komandan Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwihan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, Minggu (20/9/2020).

Menurut Suriastawa, gerombolan itu kembali menebar fitnah dengan mengatakan bahwa TNI yang menjadi pelaku penembakan.

“Seperti telah saya sampaikan kemarin, mereka sedang mencari momen menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini,” ungkapnya.

Tak kalah keji, kelompok separatis teroris itu juga menyebar berita hoax.

“Dan, inilah yang saya khawatirkan, bahwa rangkaian kejadian beberapa hari ini adalah settingan mereka yang kemudian diputarbalikkan bahwa TNI menembak pendeta,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini dilakukan kelompok separatis teroris itu hanya untuk mendapatkan perhatian dari dunia Internasional.

“Harapan mereka, kejadian ini jadi bahan di Sidang Umum PBB. Saya tegaskan, bahwa ini semua fitnah keji dari KKSB,” tegas Suriastawa.

Dia juga mengimbau kepada warga masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan sebaran fitnah gerombolan tersebut, khususnya melalui medsos.

Sejak Minggu pagi (20/9), tiga akun mereka mulai menyebarkan berita bohong dengan memutarbalikkan fakta.

Fitnah mereka di medsos, jelas sudah setingan dan rekayasa untuk menghasut masyarakat sekaligus menyudutkan TNI/Polri dan pemerintah menjelang SU PBB.

Dia menegaskan TNI membantu Polri dalam melindungi masyarakat dari kebiadaban KKSB seperti yang telah mereka tunjukkan dalam satu minggu terakhir ini. “TNI-Polri justru melindungi masyarakat dari aksi mereka,” tegas Kapen Kogabwilhan III ini. (jpg/ruh/pojoksatu)

 

Komentar

Berita Lainnya