oleh

Optimalkan 40 Ribu Hektar Lahan Lebak

Dukung Food Estate

KAYUAGUNG-  Untuk meningkatkan produktifitas pertanian  di OKI,  Dinas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura OKI akan memanfaatkan 40 ribu hektar lahan lebak yang belum optimal.

Kepala Dinas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura OKI, Syahrul mengatakan,  sejak tiga tahun terkahir program  cetak sawah ditiadakan. Untuk  itu diganti dengan program  food estate dengan memanfaatkan  lahan lebak dan pasang surut. “Berdasarkan arahan Bupati arus peningkatan  produkssi pertanian,”terangnya Jumat (26/2).

Kelebihan dari program  food estate ini sambungnya, kalau ini sawah lama ditingkatkan lagi hasilnya dari sekali tanam jadi 2 kali tanam ada yang di lebak dari 5 ton jadi 6 ton. Seperti tahun ini kan produktifitas meningkat dari  5,07/ rhektar menjadi 5,3/hektar. Target tahun inj 5,4 ton karena di topang program  tersebut.

Dengan adanya program  ini juga  infrastruktur ditingkatkan, pembuatan saluran pintu air tanggul baru, bantuan sarana produksi bibit beni unggul. pupuk, pestisida serta didukung  alsintan traktor  roda 2   dan traktor 4  hingga combain.

Masih kata dia tahun ini sebernanya sudah ada usulan untuk  pengajuan  bantuan  alsintan, tapi.  tidak bisa dipastikan berapa  banyal alat yang bisa didapatkan karena dampak Covid-19.

Tapi pihaknya  optimis  target tersebut  dapat terlaksana.  Pasalnya selain alsintan tahun ini juga akan dibangun beberapa  pintu air di lahan lebak membantu  petani meningkatkan hasil  produksi.

Kalau sekarang sebagian ada lebak yang sudah memiliki   pintu  air dilokasi karena ada 7 kecamatan  yang memiliki  lahan lebak seperti  Pampangan,  SP  Padang, Jejawi,  Kayuagung, Tanjung Lubuk, Pedmaran dan Teluk Gelam .” Seperti Teluk Gelam,SP Padang, Pampangan ada yang memiliki  pintu  air tapi belum mencukupi untuk itu akan ditambah, “tandasnya.(uni)

Komentar

Berita Lainnya