oleh

Otak Pelaku Pembunuhan Apriyanita Terancam Hukuman Mati

SUMEKS.CO – Sepekan sudah Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel mengungkap kasus pembunuhan terhadap korban Apriyanita (50) yang ditemukan Jumat (25/10) siang dikubur dan dicor semen dengan cara tidak wajar di TPU Kandang Kawat setelah dilaporkan menghilang dan diculik.

Tim Unit 1 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel juga sudah menetapkan dua tersangka Yudi (40) sebagai otak perencanaan pembunuhan dan Yas (26) dalam kasus pembunuhan tersebut. Juga menetapkan tukang gali kubur TPU Kandang Kawat sebagai DPO, yakni berinisial Np alias Ac (57) dan Am (40).

Tim penyidik menyebut otak pelaku yakni tersangka Yudi terancam sanksi hukuman mati. “Kita sudah mendalami peran masing-masing pelaku yang sudah diamankan. Ada pelaku terancam hukuman mati, yaitu pelaku bernama Yudi,” ujar Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpiani saat ditemui di Mapolda.

Dalam penyelidikan sejauh ini tersangka Yudi merupakan otak pelaku perencanaan pembunuhan dan nekat mengajak sekaligus membayar tiga orang pelaku lain. “Yudi juga mengajak dua pelaku yang masih DPO untuk menggali dan mengubur korban di TPU Kandang Kawat,” terang Yustan.

Tersangka Yudi juga sudah menghabiskan uang Rp15 juta lebih untuk membayar tiga pelaku termasuk membeli pedapuran dan semen untuk mengecor. “Korban di kubur di makam lama yang digali ulang dengan kedalaman sekitar 30-50 cm. Agar tidak menimbulkan bau di atasnya dicor semen,” ungkap Yustan lagi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Yudi merupakan otak pelaku pembunuhan Apriyanita yang merupakan seorang PNS Kementerian PUPR Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional. Diakui Yudi, motif pembunuhan karena persoalan utang bisnis jual-beli mobil. Namun Yudi panik saat korban minta uang yang dipinjam sekitar Rp 200 juta.

Bisnis yang disebutkan tersangka Yudi ternyata palsu dan uang yang dipinjam sudah habis untuk foya-foya. Akhirnya direncanakanlah pembunuhan pada tangal 9 Oktober. Korban diberi air mineral dan dicampur dengan obat tetes mata, lalu leher dijerat dan dikubur dengan cara tak wajar.(dho)

Komentar

Berita Lainnya