oleh

Soal Vonis Mati, Mungkin Ada Upaya Hukum Lain

-Sumsel-200 views

MUARA ENIM – Pengadilan Negeri Muara Enim akhirnya menjatuhkan putusan terhadap tiga terdakwa kasus pembunuhan sadis, Inah Antimurti (31) yang tewas dibunuh dan mayatnya dibakar, Rabu (2/10). Sang otak pelaku pembunuhan, Asri Marlin dijatuhi vonis mati oleh pengadilan. Sementara kedua pelaku lainnya, Abdul Malik dan Feriyanto masing-masing dihukum 20 tahun penjara.

“Atas putusan majelis hakim, kita terima,” ujar Panasehat Hukum (PH) terdakwa Asri Marlin, Ismail Tanesa SH, Rabu (2/10). Lanjutnya atas putusan tersebut, mungkin ada ada upaya hukum lain.

“Mungkin nanti (upaya hukum lain). Tapi masih kita pikirkan dulu, karena masih ada waktu tujuh hari kedepan untuk berpikir. Dari pihak Asri nya mau banding atau tidak belum tahu,” jelasnya.

Sebelumnya, majelis Hakim yang diketuai oleh Haryanto Das’at SH MH didampingi Hakim Anggota, Hartati, SH dan Dedek Agung, SH menjatuhkan vonis mati terhadap terdakwa Asri, sang otak pelaku pembunuhan sadis.

“Menyatakan terdakwa Asri Marlin Bin Roziq bersalah melakukan pembunuhan berencana dan menjatuhkan hukuman mati,”kata Haryanto membacakan putusan.

Setelah menjatuhkan vonis mati terhadap Asri, Pengadilan Muara Enim melanjutkan kembali sidang untuk pembacaan putusan terhadap terdakwa Abdul Malik Bin Muslim dan Ferianto Bin Zulkifli. Adapun putusan Sidang terhadap kedua terdakwa berupa 20 tahun penjara.

Atas putusan tersebut keluarga korban merasa puas dan menerima atas putusan hakim terhadap terdakwa. Sehingga keluarga korban membubarkan diri dengan tertib usai menjalankan aksi unjuk rasa didepan gedung pengadilan.

Zulkipli Lubis, salah seorang keluarga korban didampingi keluarga korban lainnya menyebut hasil putusan pengadilan tersebut sesuai harapan mereka. “Kami merasa puas dengan putusan ini, otak pelaku dihukum mati,” kata Zulkipli.

Dijelaskannya, keluarga korban memang berharap majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada para terdakwa pelaku pembunuhan, seberat beratnya dan seadil-adilnya. “Hukuman berat yang kami maksudkan, meminta majelis hakim menghukum mati terdakwa,” tegasnya.

Karena, lanjutnya, sampai kapan pun luka hati yang dialami keluarga tidak terobati. “Walaupun terdakwa pelaku pembunuhan dihukum mati, luka hati kami belum juga terobati,” tegasnya. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya