oleh

OTG Positif, Warga Muatara Khawatir

MURATARA – Munculnya kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang dinyatakan positif dari rapidtes, di wilayah Kabupaten Muratara, membuat warga di Muratara semakin panik. Bahkan pihak RSUD Rupit, langsung mengeluarkan surat edaran penutupan sementara rawat jalan (Poliklinik) guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kasus Covid-19 saat ini tengah menjadi sorotan warga, khususnya di wilayah Muratara. Pasalnya banyak warga merasa bingung mengenai informasi Covid-19. Hal itu diungkapkan Syafaat warga Kecamatan Rupit, Muratara.

Menurutnya, wabah corona itu dideteksi menggunakan beberapa metode, seperti rapidtes dan swabtes. Dalam beberapa kasus di Muratara, ada pasien yang di vonis positif melalui rapidtes namun setelah dilakukan swabtes hasilnya negatif.

“Masyarakat awam tidak ngerti mengenai itu, yang kami tahu kalau hasilnya positif, tentunya orang itu positif karena Corona,” katanya, Senin (20/4). Dia mengatakan pihak pemerintah mesti tegas dalam menyampaikan informasi sehingga paradigma masyarakat mengenai covid-19 tidak menjadi ambigu.

“Sekarang banyak yang bertanya mengenai itu, mana informasi yang benar,” ujarnya. Untuk kondisi di masyarakat, saat ini masih simpang siur bahkan banyak warga yang merasa cemas.

Syafaat mengatakan, hampir diseluruh desa di Muatara, saat ini sudah mendirikan pos pantau bahkan sudah ada yang memortal akses jalan menjadi satu pintu.

Terpisah, untuk situasi di RSUD Rupit yang sempat merawat salah satu pasien yang dinyatakan positif Covid melalui Rapidtes. Awalnya pasien atas nama DW yang dinyatakan positif mendatangi RSUD Rupit, Sabtu (18/4), dengan tujuan ingin melakukan proses persalinan.

Karena proses persalinan dilakukan dengan operasi secar, akhirnya pasien di rujuk ke RS Ar Bunda kota lubuklinggai. Sesuai SOP, seluruh penanganan pasien harus melalui tesrapid, lalu pasien asal Muratara itu dinyatakan positif.

Direktur RSUD rupit, Dr Herlina melalui Humas RSUD Rupit, Silva mengatakan Senin (20/4) pihaknya menutup Poliklinik di RSUD Rupit, pasca mencuatnya kasus itu. “itu untuk memutus mata rantai penyebaran. Kita tenga medis juga perlu waspada,” ucapnya. Pihaknya mengaku, banyak petugas medis yang merasa khawatir atas kasus tersebut.

Sementara itu, Jubir gugus tugas penanganan covid-19 Kabupaten Muratara, Susyanto Tunut, membenarkan adanya pasien dari Desa Karang anyar tinggal di Muara Rupit, kabupaten Muratara, yang dinyatakan positif Covid-19 melalui rapidtes.

Pihaknya menegaskan, untuk penanganan lebih lanjut mulai malam Minggu (19/4), sejumlah pihak yang pernah kontak erat dengan korban dikarantina di hotel 929, kota lubuklinggau.

“Pagi tadi kami mendapatkan info dari dokter rumah sakit AR Bunda bahwa pasien Rujukan dari RSUD Rupit, asal desa karang anyar tinggal dirupit, untuk persalinan dinyatakan positif melalui hasil rapidtes,” tegasnya.

Dari hasil tracking tim gugus tugas mendapati 10 tenaga medis (dokter, perawat, bidan) yang diduga berinteraksi erat dengan pasien. Kemudian ada keluarga dekat, tetangga yang yang terdaftar sebanyak 27 orang dinyatakan statusnya OTG. Selanjutnya, Pemda Muratara akan menunggu hasil awan pasien tersebut.

“Kita sudah melakukan antisipasi dan upaya lainnya, ini baru hasil rapidtes. Kita akan tunggu hasil awalnya,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya