oleh

Pabrik Karet Gas LPG Palsu Terbongkar!

BANDUNG- Polda Jabar melalui Ditreskrimum Polda mengungkap kasus peredaran Rubberseal ilegal yang diedarkan di Jabar hingga ke Jawa Tengah. Pabrik karet LPG palsu ini beroperasi selama 6 tahun di wilayah Kabupaten Garut.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago menjelaskan, bahwa pabrik karet perapat (rubberseal) tabung LPG berlokasi di kampung Ciawi Kepuh, Desa Majasari, Kec. Cibiuk Kabupaten Garut digerebek Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar.

“Jadi pembuatnya CV. Afif Perkara milik AP (50), perusahaan ini selama ini memproduksi rubberseal dengan tidak memperhatikan SNI,” paparnya, Jumat (26/2). Jadi jelas, jika produksi rubberseal tidak sesuai SNI, maka sangat berbahaya sekali.

“Ini sangat rentan terjadi kebocoran yang tentu akan mengakibatkan ledakan tabung gas,” jelas Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago.

Dalam beroperasinya, lanjut Kabid Humas, tersangka AP mempekerjakan 6 karyawan untuk mengolah bahan baku menjadi rubberseal yang didistribusikan ke wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Rubberseal yang dibuat tersangka tidak dibubuhi tanda SNI serta tidak memenuhi batas toleransi yang diizinkan dan yang ditetapkan BSN (Badan Standarisasi Nasional),” jelasnya.

Ditegaskannya, tersangka sudah tahu produksinya ilegal, tetapi dia tetap memproduksi untuk mencari keuntungan pribadi.

“Setiap harinya AP bisa membuat rubberseal 45 ribu pcs, atau sejuta sampai dua pcs setiap bulannya. Dijual Rp.30/pcs, untuk keuntungan dan omzet yang diperoleh tersangka mencapai Rp. 60 juta perbulannya,” paparnya.

Tersangka melanggar UU RI No.3 tahun 2014 tentang perindustrian, UU RI No.7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan UU RI No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen.

“Untuk ancaman hukumannya, kurungan 5 tahun penjara,” pungkasnya. (rif/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya