oleh

Pacu Kreativitas dan Perekonomian

PALEMBANG – Kader Posyandu Imada, Kelurahan Sungai Buah, Kecamatan Ilir Timur II (IT II) dibina untuk terampil menanam sayur hidroponik. Melalui Forum Kader Posyandu Indonesia (FKPI), posyandu diberi bantuan satu set perlengkapan menanam hidroponik. Lengkap dengan bibit, nutrisi dan tata cara menanam.

Sekitar satu bulan dibimbibing, para kader posyandu berhasil menumbuhkan beragam sayur. Hingga akhirnya dilakukan panen perdana di halaman posyandu dihadiri sekcam, lurah, PKK dan para kader posyandu, Jumat (7/8).

Sekcam IT II, Dani mengapresiasi panen perdana berkat bantuan dari FKPI. “Tentunya, program ini dilakukan untuk membantu kreativitas dan perekonomian masyarakat dalam rangka pemanfaatan lahan,” ucapnya. Sehingga, para kader ibu-ibu posyandu tidak hanya berdiam diri di rumah. Tetapi punya aktivitas lain untuk bertanam dengan media hidroponik.

Foto : Tejo/Sumeks.co

Harapannya, bisa lebih banyak lagi bantuan perlengkapan hidroponik kepada masyarakat sekitar. Karena dari enam kelurahan di Kecamatan IT II, baru Kelurahan 5 Ilir dan Sungai Buah yang mendapatkan bantuan. “Mungkin kita bisa minta bantuan melalui aspirasi dewan dan dinas-dinas terkait tentunya,” ujarnya.

Kepala Posyandu Imada, Hj Nyai Sunarsih mengatkan sejak pandemi kegiatan di posyandu belum terlalu aktif. “Biasanya di posyandu kita sering lakukan kegiatan menimbang, pemberian gizi dan vitamin ke balita, tetapi sekarang alhamdulillah kita ada kegiatan hidroponik ini,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan secara langsung di posyandu memang masih diliburkan. Namun, pihaknya masih sering melakukan komunikasi dengan masyarakat melalui grup WhatsApp. “kita ada grup, apabila ada balita yang sakit bisa cek atau konsultasi dan telpon ke dokter,” ungkapnya. Jadi tanpa harus bertemu, dokter akan kasih solusi. Sedangkan untuk imunisasi bisa dilakukan di puskesmas.

Foto : Tejo/Sumeks.co

Mewakili FKPI, Kiswadi menerangkan hasil panen berikutnya, akan dibagi 20 persen untuk posyandu dan 80 persennya untuk para kader mengolah hidroponik. Hasil panen perdana dibagi bagi gratis kepada para tamu yang hadir. Selanjutnya bisa dijual kepada masyarakat sekitar. Ia berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin guna kepentingan posyandu.

Ada sekitar 100-an lubang tanam di delapan pipa tanam hidroponik tersebut. Beberapa ditanami sayur sawi pakcoy dan caisim atau sawi manis. Dibutuhkan waktu sekitar 28 hari dari penyemaian, pembesaran hingga panen. Bobot tanaman per lubang tanam mencapai sekitar 100- 200 gram. (cj14/tj)

Komentar

Berita Lainnya