oleh

Pak Bupati… Paket Sembako Diberikan, Kok Ditarik Kembali

MUARA ENIM – Petugas kebersihan merupakan ujung tombak kebersihan wajah kota Muara Enim. Namun nasib petugas kebersihan ini tidak seindah Piala Adipura.

Soalnya pejabat Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Muara Enim diduga telah menarik kembali reward paket sembako yang telah diberikan Bupati dan Wakil Bupati, Ir H Ahmad Yani MM-H Juarsah SH, secara simbolis kepada petugas kebersihan atas diterimanya kembali Piala Adipura ke-13, pada acara serimoni arak-arakan pada 17 Januari 2019 lalu.

Penarikan reward paket sembako itu membuat petugas kebersihan gigit jari. Padahal, reward yang diberikan untuk memberikan motivasi kepada petugas kebersihan agar lebih giat lagi membersihkan Kota Muara Enim untuk mempertahankan piala kota terbersih tersebut.

Meski penarikan paket sembako tersebut terkesan ditutup-tutupi. Namun akhirnya belakangan ini mencuat ke permukaan, akibat petugas kebersihan kecewa kepada pejabat BLH Muara Enim.

“Paket sembako yang diberikan pak bupati dan wakil bupati secara simbolis kepada perwakilan petugas kebersihan, setelah acara serimonial arak-arakan selesai, langsung ditarik kembali oleh pejabat BLH,” jelas sumber di lingkungan petugas kebersihan, beberapa hari lalu.

Alasannya, kata sumber tersebut, paket sembako itu ditarik hanya bersifat sementara. Akan diberikan kembali pada bulan April. Sehingga para petugas kebersihan dapat memakluminya.

Namun pada kenyataannya, hingga bulan April reward paket sembako itu tak kunjung diberikan. “Petugas kebersihan mengharapkan, kalau saja reward paket sembako itu akan diberikan menjelang lebaran Idulfitri 1440 H lalu. Namun kenyataannya sampai sekarang paket itu tak kunjung diberikan,” jelas sumber tersebut.

Kepala BLH Muara Enim, Kurmin, yang berhasil dikonfirmasi awak media, Kamis (20/6), sempat kaget bahwa permasalahan tersebut telah sampai ke awak media. Meski kaget, namun dia mengakui adanya penarikan reward paket sembako itu.

“Sebenarnya saya sudah meminta staf saya agar tidak menarik paket sembako itu, serahkan saja, nanti dicarikan anggarannya pada ABT,” jelas Kurmin saat dijumpai awak media acara usai pembukaan lomba mendongeng, baca puisi, fashion 3R dan fotografer tingkat SD, SMP dan SMA di gedung Kesenian Puteri Dayang Rindu.

Menurutnya, permasalahan tersebut hanya miscommunication. Karena Adipura yang diterima tersebut merupakan anggaran tahun 2018. Namun mengalami penundaan. Presiden RI baru menyerahkannya pada bulan Januari 2019.

Sehingga, membuat reward bagi petugas kebersihan tidak bisa lagi menggunakan anggaran tahun 2018. Pihaknya membuat inisiatif memberikan riward itu menggunakan anggaran tahun 2019.

“Kita tetap memberikan reward tersebut pada penerimaan penghargaan Piala Adipura tahun 2019 nanti,” jelasnya. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya