oleh

Pak Bupati… Pelajar Butuh Bus Sekolah

RUPIT – Keinginan masyarakat Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, terkait bus sekolah nampaknya belum bisa terpenuhi. Pasalnya, sampai saat ini Dinas Pendidikan (Disdik) setempat baru memiliki 3 unit kendaraan pelajar yang khusus beroperasi di Jalan Lintas Sumatera dan Kecamatan Nibung.

Nurya, warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Muratara mengatakan, desanya merupakan wilayah terpencil yang berada di kawasan lingkar tambang. Untuk menempuh ibu kota kecamatan, setidaknya warga harus menempuh sekitar 21 km dari pemukiman.

“Dusun kami jauh dari mano-mano, idak katek jalan pintas cuma sikok jalan lewat lingkar tambang. Kalu biso kami mintak angkutan atau bus buat anak-anak sekolah,” kata Nurya, Jumat (1/11).

Dia mengungkapkan, untuk menempuh sekolah pelajar dari desa mereka hanya mengandalkan kendaraan pribadi milik warga. Setiap hari pelajar dari Desa Tanjung Agung, harus pulang-pergi ke wilayah ibu kota Kecamatan Karang Jaya. Karena di desa mereka hanya didapati sekolah dasar.

“Kalau SMA mesti ke Karang Jaya, jauh jugo ke sano tiap hari. Untuk ongkos bae sikok anak itu Rp200 ribu/bulan,” timpalnya.

Masyarakat berharap, dengan tersedianya bus antar jemput pelajar itu, setidaknya dapat mempermudah warga dan pelajar keluar masuk akses desa.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara, Sukamto menyatakan, saat ini Disdik Muratara hanya memiliki dua unit bus antar jemput pelajar dan satu unit mobil diesel. Dua bus itu dioperasikan di sekitar Jalinsum Muratara arah Sarolangun-Rupit, dan Lakeh-Rupit, sedangkan untuk satu unit lagi beroperasi di wilayah Nibung.

“Kita di 2019 tidak menganggarkan untuk operasional kendaraan pelajar. Karena awalnya kita mengandalkan dana CSR. Tapi di 2020 nanti kita akan masukkan itu di APBD,” bebernya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya