oleh

Pak Tentara Ajarkan Permainan ‘Sunda Manda’ Pada Anak Desa Ketapang

SEMARANG – “Sunda Manda” merupakan permainan traidisonal yang dimainkan oleh anak-anak sebanyak dua atau tiga orang peserta. Permainan tradisional ini, beberapa tahun yang lalu sangat populer di Indonesia.

Namun kini, permainan tersebut sudah sangat jarang dimainkan.

Permainan “Sunda Manda” diduga berasal dari Belanda yang dikenal dengan nama “Zondag Maandag”, yang menyebar ke seluruh penjuru nusantara pada jaman kolonial.

“Sunda Manda”, di setiap daerah memiliki nama yang berbeda-beda. Di Pulau Jawa, dikenal dengan Engklek, Betawi Deprouk, dan Bali Dengklek Teprok.

Sebuah ide brilian dari Serma Yudi dan Sertu Bintara, anggota Satgas TMMD Reg-110 Kodim 0714/Salatiga tahun 2021, yang kembali mengingatkan dan mengajarkan permainan “Sunda Manda” kepada anak-anak di Desa Ketapang Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang.

‘Tak hanya sekadar permainan saja, namun ‘Sunda Manda” memiliki berbagai manfaat untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak lebih optimal. Diantaranya adalah aspek Psikomotor seperti melompat, berjingkat, menjaga keseimbangan, dan akurasi mata dapat meningkatkan aspek psikomotor anak”, kata Serma Yudi.

Banyak anak-anak yang tertawa terbahak-bahak ketika melihat temannya jatuh tersungkur karena salah kakinya yang untuk tumpuan tersandung oleh kaki yang diangkat.

“Pak Tentara asyik sekali permainannya, bisa menghibur kami dan besok-besok jadi kepingin memainkannya lagi”, ucap Yoga (12 tahun) warga Dusun Ketapang, saat mengakhiri permainan.

Disela mengajari permainan Sunda Manda, Serma Yudi tetap memberikan imbauan kepada semuanya untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan rajin memakai masker dan rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah permainan. (Pendim 0714/Salatiga).

Komentar

Berita Lainnya