oleh

Pakai Inisial Nama Pemilik Lahan, Sindikat Jukir Minta Tarif Parkir Lebih

SUMEKS.CO – Sebanyak 13 juru parkir (Jukir) diamankan Unit Reskrim Polsekta IT I Palembang, Kamis (25/2/2021) siang. Polisi juga mengamankan barang bukti uang parkir yang sudah disimpan di dalam tas dan baju rompi yang dipakai jukir.

Ironisnya, meskipun sudah diatur dalam Perda Kota Palembang terkait tarif parkir, belasan jukir ini tetap menarik uang lebih kepada seluruh pengendara mobil dan sepeda motor.

“Kami mengamankan jukir yang tidak resmi yang akhir-akhir ini viral di media sosial. Kami tindaklanjuti dan sudah diamankan sebanyak 13 orang,” terang Kapolseta IT I, Kompol Hardiman SH didampingi Kanit Reskrim Iptu Ghofur Asyari, Kamis (25/2/2021).

Para jukir ini, kata Kapolsek menjaga lahan parkir di bawah Stasiun LRT dan di kawasan bawah Jembatan Ampera.

“Ternyata mereka ini ada yang memerintah atau yang menyuruhnya untuk meminta tarif parkir lebih dengan jumlah yang bervariasi. Ada yang meminta Rp 2.500 Rp 5.000, dan ada yang Rp 10.000,” terang Kapolsek.

Selain itu, setiap lahan sudah dimiliki oleh kelompok-kelompok yang menggunakan inisial pemilik lahan. “Ada kelompok T, M dan R, namun akan kami dalami terkait pungli yang dilakukan oleh pihak ini,” ungkap Hardiman.

Terkait pidana yang akan menjerat jukir liar ini, Kapolsek menegaskan akan ada pidana yang akan menjeratnya. Aksi pungli ini sudah dilakukan sejak lama dan dengan unsur paksaan.

“Semua jukir yang kita amankan memiliki identitas, namun jukir liar ini tidak ada ijinnya. Kita akan koordinasikan kepada pihak terkait setelah kita mendalami dulu, apakah terkait dengan Pihak Dishub atau tidak mengenai ijinnya,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu jukir mengaku memang setiap hari menyetor kepada pihak Dishub. “Setiap hari nyetor. Misalnyo aku dapat Rp 60 ribu, aku setor Rp 30 ribu, selalu bagi duo hasilnyo Pak,” terang pria paruh baya yang ikut diamankan.(dho)

Komentar

Berita Lainnya