oleh

Paksa Wanita Bersetubuh di Sawah, Bakar Akhirnya Berhasil Diciduk

INDRALAYA – Sudah tujuh bulan kasusnya. Saat mancing di sawah, SR (40) dipaksa Bakar (60) berhubungan intim. Bakar bahkan mengancam dengan pisau, memaksa warga Terusan Bujang Dusun VI, Desa Palu Kecamatan Pemulutan itu agar mau menuruti nafsu bejatnya.

Peristiwa yang membekas trauma bagi SR itu terjadi pada 26 Januari 2020, sekitar pukul 10.00 WIB. Kasusnya baru dirilis hari ini, Sabtu (18/7/2020) setelah Bakar berhasil diciduk.

Korban SR melaporkan kasusnya ke unit PPA Polres Ogan Ilir  (LP/B- 43/I/2020/Sumsel/Res OI) pada 29 Januari 2020. Setelah dilakukan proses penyelidikan dengan berbagai bukti yang kuat, akhirnya pelaku Bakar ditangkap pada 16 Juli 2020, sekitar pukul 20.30 WIB di kediamannya, tanpa perlawanan.

“Perbuatan cabul yang dilakukan Bakar bakal dijerat pasal 289 KUHPidana,’’ kata Kapolres OI AKBP Imam Tarmudi melalui Kasat Reskrim AKP Robi Sugara.

Dijelaskan AKP Robi Sugara, peristiwa pencabulan yang dilakukan tersangka Bakar berawal ketika Bakar melihat RS sedang memancing di pinggir sawah dekat kedukan yang berada di Desa Palu.

Saat itu tersangka mengajak korban untuk melakukan hubungan suami istri, tapi ditolak korban. Marah keinginannya ditolak  tersangka langsung mengeluarkan pisau yang telah disiapkan di pinggangnya dan diarahkan ke wajah korban.

Merasa terancam akan dibunuh, akhirnya korban ketakutan dan membiarkan tersangka Bakar mencumbuinya.  Bakar pun makin nekat, mencium pipi kiri dan kanan korban sambil secara paksa melucuti pakaian SR.

Meski sempat meronta, bahkan celana korban sempat robek, SR kembali pasrah akibat ancaman tersebut. Satu per satu pakaian di tubuh korban dilepaskan paksa, hingga terjadi perbuatan cabul tersebut. Peristiwa tersebut sempat diketahui warga yang melintas dan Bakar memilih kabur.

Tidak senang atas perbuatan tersangka, Korban SR melaporkan kejadian tersebut ke Unit PPA Polres OI. Barulah sekitar 7 bulan sejak kejadian Bakar berhasil ditangkap, dibawah pimpinan  Kanit PPA AIPDA Sigit Prastowo, SH. (sid)

Komentar

Berita Lainnya