oleh

Palembang Fashion Ajang Sharing Para Desainer

PALEMBANG – Desainer bersaing menampilkan bebagai koleksi busana baru di event Palembang Fashion and Food Festival, 22 Februari-3 Maret di Palembang Indah Mall (PIM).

Ada beberapa top designers yang terlibat, seperti Zainal Songket, Rumah Songket Adis, Siung-Siung, Ai Syarif, Danjyo Hiyoji, Brilianto, Anny Kebaya, Aldivo, dan lainnya.

Contohnya Rumah Songket Adis mengangkat kain khas Palembang. Desainer Adis Karim menggunakan Prada Jumputan seperti motif titik tujuh dengan pewarnaan Palembang berwarna maroon dan hijau.

“Kami di sini coba melestarikan kembali kekayaan dan kebudayaan Sumsel,” ungkapnya di sela-sela event.

Sementara Rajendra Label by Bimbo lebih fokus pada busana pria, karena selama ini busana itu belum begitu banyak yang menggarapnya dan ini menjadi peluang.

“Kami ambil sesuatu yang berbeda ” ungkap dia.

Di fashion show, dirinya menampilkan busana man warehouse.

Kalau pada fashion show sebelumnya busana muslim yang ready to wear, kali ini lebih ke busana jas pria yang dipadupadankan menggunakan kain blongsong dan kain songket.

“Kami ingin memberikan kesan berbeda,” sebutnya.

Brilianto, pemilik brand Pesona Palembang mengangkat pakaian kekinian yaitu Blue Lagoon.

“Sebutan Laguna Biru berarti cekungan atau gugusan pasar yang ada di bibir pantai. Inspirasi itu ditorehkan lewat motif atau objek-objek dari laut pada busana seperti siluet ikan, tali tambang, dan lain-lain,” ungkapnya.

Kalau penggunaan warna, ada warna palet dari gradasi putih hingga biru tua seperti Blue Lagoon-nya sendiri.

Dikatakan, kekuatan busananya kali ini terletak pada sulam tangannya dan sambungan kain busana itu sendiri.

“Sulam tangan diaplikasikan di kain jumputan dan denim. Mengapa memilih denim, karena semua orang pasti punya jeans dan jeans tidak ada matinya. Kita gabung jadi denim yang kekinian tanpa meninggalkan budaya kita jumputan,” jelasnya.

Koleksi busananya juga lebih kasual dan tak atasi usia. Ogran muda hingga dewasa, semua biasa kenakan busana yang satu ini.

“Konsepnya kasual, bisa banget dipakai sehari-hari. Kalau mau ke kantor bisa pakai outer-nya saja, mau kondangan baju Blue Lagoon bisa,” ujarnya.

Pokoknya kalau mau terlihat unik, modis dan terlihat energik cocok banget sama busana yang ditawarkan.

Sementara Desainer Zainal Songket, Zainal, mengatakan pihaknya bersyukur dengan adanya event ini.

“Jadi ajang memfasilitasi dan mengembangkan kemampuan, termasuk memperkenalkan produk dan kain khas tradisional. Kan di sini para desainer banyak yang memperkenalkan busana dari kain tradisional, sehingga mengangkat citra kain,” sebutnya.

Dikatakan, ajang ini bukan menjadi ajang persaingan antara para desainer. Tapi sharing ilmu dan pengalaman.

“Dunia fashion di Indonesia termasuk di Sumsel terus berkembang dan ini tentu menjadi hal positif, ” tukasnya. (yun/fad/ce1)

Komentar

Berita Lainnya