oleh

Palembang Jadi Contoh Kota Pancasilais

PALEMBANG – Koramil Sukarami, Palembang menggelar open house Natal dan Tahun Baru, Kamis (3/1) di makoramil. Hadir Dandim 0418 Palembang Letkol Honi Havana dan anggota Komunitas Bhineka Tunggal Ika yang merupakan perwakilan dari tokoh lintas agama.

Honi mengatakan bahwa pelajaran di sekolah yang diterapkan semasa Orba, idealnya diterapkan kembali saat ini. Seperti PMP, PSPB (pendidikan sejarah perjuangan bangsa), dan P4. Sebab, reformasi yang terjadi sejak 1998, pelajaran-pelajaran tersebut sudah dilupakan. Tidak heran jika anak-anak sekarang tidak tahu nama-nama pahlawan nasional.

“Saya pernah bertanya kepada anak sekolah, tentang Jenderal Sudirman. Mereka tidak tahu. Yang tahu Kapten Amerika,” kata Honi Havana.

Kemajemukan yang ada di Indonesia, sambung Honi Havana, sebaiknya dijadikan kekuatan besar bangsa dalam bingkai NKRI. Bukannya dijadikan alat untuk memecah belah.

“Kita ada Bali yang terkenal dengan keunikan budayanya, Palembang yang terkenal dengan kemajemukannya, dan daerah lainnya yang agam dan budayanya kental,” ujarnya.

Palembang, tambah Honi Havana, terkenal dengan kemajemukannya dan toleransi umat beragama. Di Kota Pempek, ada suku Jawa, Tionghoa, Minang, Batak, Bali, Bugis, dan suku lainnya. “Harusnya Palembang ini jadi rule model Kota Pancasialis,” pungkasnya. (dom)

Komentar

Berita Lainnya