oleh

Palsukan Tes PCR, Avintia-Ducati Pecat Mekanik

SUMEKS.CO – Tak hanya di Indonesia, oknum nakal memalsukan dokumen tes COVID-19. Salah satu tim balap MotoGP pun melakukan tindakan tak terpuji tersebut. Salah satunya dilakukan tim mekanik Avintia Ducati.

Identitas mekanik tim MotoGP yang diban atau dilarang hadir dalam semua seri balapan hingga akhir musim ini mulai terungkap.

Dia adalah anggota tim mekanik skuad MotoGP Avintia Ducati.

Meski tak disebutkan namanya, Avintia menyatakan telah memecat yang bersangkutan dari timnya.

‘’Kami merasa wajib menegakkan disiplin di tim kami,’’ tulis pernyataan resmi Avintia di aku sosial media mereka.

‘’Kami memutus seluruh hubungan dengan anggota tim kami, yang kemarin (Selasa), dinyatakan memalsukan dokumen tes COVID-19, oleh Dorna dan IRTA di Sirkuit Misano,’’ tandasnya.

The Race melaporkan, mekanik yang bersangkutan mengedit dokumen hasil tes PCR agar bisa mendapatkan akses ke paddock MotoGP di GP San Marino.

Mekanik yang tidak disebutkan identitas dan nama timnya itu dilaporkan melakukan modifikasi hasil tes PCR dari Laboratorium Quiron Prevencion dengan hasil negatif.

‘’Itu adalah hasil yang dimodifikasi (edit) secara asal-asalan dari dokumen tes yang sebelumnya,’’ ungkap Bos IRTA Mike Trimby.

‘’Kami benar-benar merasa kecewa, karena kejuaraan ini menganggap sangat serius isu ini. Upaya besar sudah kami lakukan untuk membuat paddock tetap aman bagi kesehatan orang-orang di dalamnya,’’ terangnya.

‘’Kartu akses untuk masuk paddock bagi mekanik tersebut telah dicabut. Dia dilarang untuk terlibat dalam semua balapan hingga akhir musim ini,’’ tegas Trimby dalam surat elektronik yang dikirimkan ke semua tim.

MotoGP sendiri masih memberlakukan protokol sangat ketat di setiap akhir pekan balapan. Tes PCR dengan hasil negatif menjadi syarat wajib bagi setiap orang yang terlibat dalam paddock.

Kebijakan itu sedang mendapatkan kritik karena membebani tim dengan tambahan anggaran yang besar.

Dengan masing-masing tes berbiaya antara Rp1,2- 2 juta.

Kritikan juga dilontarkan karena dunia sudah mulai memasuki kondisi normal di mana sertifikat vaksin lebih dipertimbangkan daripada hasil tes PCR. (jawapos.com/dom)

 

Komentar

Berita Lainnya