oleh

Pandemi Belum Usai, Banjir Besar Landa Tiongkok

SUMEKS.CO – Belum juga usai menghadapi pandemi Covid-19, Tiongkok dihadapkan pada musibah banjir. Banjir tersebut terjadi hampir di banyak provinsi sehingga membuat masyarakat Tiongkok rentan jatuh miskin. Presiden Tiongkok Xi Jinping pun bertindak cepat.

Xi yang juga Ketua Komisi Militer Pusat Tiongkok mmenggambarkan banjir di seluruh Tiongkok tengah dan selatan sebagai peristiwa suram. Upaya serius terus dilakukan untuk membantu korban.

Dilansir dari Taiwan News, Selasa (14/7), ancaman banjir serius terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Yangtze. Juru bicara negara mengutip Xi mengatakan situasi pencegahan banjir tersebut menggambarkan masa-masa suram. Xi kemudian menyerukan upaya serius untuk memberikan bantuan kepada orang miskin yang terkena banjir agar mereka tidak jatuh kembali ke dalam kemiskinan karena bencana.

Menurut CCTV News, Xi mengatakan ketinggian air Sungai Yangtze dan Sungai Huaihe, serta Danau Dongting, Danau Poyang, dan Danau Tai, baru-baru ini melebihi garis peringatan.

Xi juga mengakui banjir parah terjadi di Chongqing, Jiangxi, Anhui, Hubei, Hunan, Jiangsu, dan Zhejiang. Musibah itu mengakibatkan kerugian materi yang tak terhitung.

Xi kemudian memperingatkan Tiongkok telah memasuki periode penting dalam pengendalian banjir dan meminta komite Partai Komunis Tiongkok (PKC) dan pemerintah di semua tingkatan untuk bertanggung jawab mengambil peran dalam pengendalian banjir.

Dia memerintahkan pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah pengendalian banjir yang lebih efektif.

“Termasuk pemantauan dan peringatan dini, pengecekan bahaya di tanggul dan waduk, tanggap darurat,” tegas Xi.

Dia mengatakan Kementerian Pertahanan Nasional, Kementerian Sumber Daya Air, Kementerian Manajemen Darurat, dan departemen lain harus memperkuat koordinasi secara keseluruhan dan mengerahkan pasukan penyelamat. Selain itu mempercepat penyaluran bantuan bencana.

Xi juga meminta Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan pasukan polisi bersenjata untuk mengambil bagian dalam penyelamatan dan bantuan di daerah-daerah yang dilanda banjir.

Xi meminta semua daerah dan departemen terkait untuk merencanakan pekerjaan rekonstruksi pascabencana, dan memastikan mata pencaharian masyarakat sesegera mungkin sambil melakukan pengendalian banjir.

Beberapa hari terakhir terjadi hujan deras di DAS Yangtze dan ketinggian air sudah melebihi bibir Danau Poyang pada pukul 4 sore, Minggu (12/7), hampir 22,5 meter. Markas besar pengendalian banjir nasional Tiongkok memutuskan untuk meningkatkan tanggap darurat dari level 3 ke level 2.

Kementerian Sumber Daya Air mencatat 433 sungai telah berstatus bahaya, dengan 33 di antaranya mencapai ketinggian paling parah sepanjang sejarah.

Dilaporkan bahwa banjir telah menyebabkan 22 ribu rumah hancur, dan mengakibatkan kerugian mencapai 61,79 miliar yuan atau USD 8,82 miliar. (Edy Pramana/JawaPos.com)

 

Komentar

Berita Lainnya