oleh

Pandemi Covid-19, Omzet Sempat Turun 20 Persen

PRABUMULIH – Omzet penjualan kopi di tengah pandemik Covid-19 mengalami penurunan, juga dialami Kopi Dempo sebagai salah satu produsen kopi di Kota Nanas ini. Informasi dihimpun dari pengelola Kopi Dempo, Aden Thamrin SE, omzetnya sempat mengalami penurunan hingga 20 persen di awal massa pandemik Covid-19 berlangsung.

“Penurunan omzet tersebut, akibat adanya larangan masuk kalangan. Seperti terjadi di Benakat, Teluk Lubuk, Cinta Kasih, dan lainnya. Karena, semua pedagang di sana, kita yang memasok,” ujar Aden, Senin (29/6/2020) di rumahnya di Jalan Tampomas, sebagai sentra produksi Kopi Dempo.

Ungkap Aden, perharinya rata-rata produksi Kopi Dempo, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Prabumulih dan sekitar mencapai ½ ton perhari.

“Hanya Senin dan Kamis, produksi kopi terkadang hingga 1 ton. Karena, permintaan banyak,” ucapnya.

Lanjutnya, harga Kopi Dempo sendiri sekarang ini perkilonya mencapai Rp 60 ribu. Dan, di era new normal ini produksi kopi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berangsur normal.

“Kalau sekarang, omzet kita sudah berangsur seperti sediakala lagi,” terangnya.

Sambungnya, untuk bahan baku sendiri relatif normal dipasok dari Semendo, Kabupaten Muara Enim. “Kopi robusta ini, kita masak dan olah sendiri. Dan, kita jual dan pasarkan di Prabumulih dan lainnya,” ujarnya.

Ia tidak menampik, di musim hujan ini permintaan konsumsi kopi memang cendrung meningkat dari biasanya. “Iya, kalau hari hujan. Konsumsi kopi, memang naik terlihat dari permintaan ke kita,” pungkasnya. (03)

Komentar

Berita Lainnya