oleh

Pandemik Mulai Berimbas ke Harga Kopi Sumsel

PALEMBANG – Pandemi Covid-19 membawa dampak ke perdagangan kopi di Sumsel yang makin terpuruk. Dinas Perkebunan Sumsel menyebutkan, harga komoditas kopi saat ini rata-rata mencapai Rp15 ribu per kilogramnya. Jauh dari harga normal yang biasanya mencapai Rp18 ribu.

Sementara untuk kopi kualitas tinggi atau petik merah, harganya mencapai Rp50 ribu perkilogram. Jauh dari harga biasanya yang rata-rata mencapai Rp60-70 ribu. Kondisi tersebut kemungkinan bakal makin parah saat memasuki musim panen di bulan Mei mendatang.

Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Fachrurrozi melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP), Rudi Arpian mengatakan penurunan harga tersebut disebabkan aktifitas jual beli baik di pasar domestik maupun ekspor impor mengalami penurunan akibat wabah Covid-19.

Di pasar domestik, pembatasan aktifitas keramaian membuat sejumlah cafe maupun restoran yang biasanya menyajikan menu kopi harus tutup sementara. “Sehingga, tidak laku terjual. Meskipun harganya sedang murah dan stoknya melimpah. Tapi tidak ada pembelinya,” kata Rudi (20/4).

Rudi mengatakan pedagang kopi saat ini hanya bisa bertransaksi secara online. Sasarannya juga penikmat kopi lokal. Meskipun transaksinya tidak sebesar sebelum Covid-19 merebak. Untuk itu, ia menyarankan kepada petani kopi untuk melakukan panen kopi dengan kualitas baik atau petik merah.

Selanjutnya, hasil panen disimpan di dalam gudang dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baik sehingga bisa tahan lama agar nantinya bisa dijual ketika kondisi ekonomi sudah membaik.(kos)

Komentar

Berita Lainnya